BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Untuk menentukan jenis dan stadium penyakit kanker pada pasien, banyak dokter spesialis terlibat dalam penanganannya. Strategi dan keberhasilan pengobatan kanker sangat bergantung dari tingkatan kanker yang diderita pasien.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, Yusuf Aulia Rahman kepada Lampost.co, Sabtu (4/8/2018) mengatakan penanganan penyakit kanker dilakukan sejumlah dokter spesialis, diantaranya dokter umum, spesialis patologi, spesialis mata, spesialis kandungan, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dan spesialis tenggorokan hidung dan telinga.



Menurutnya, masing-masing dokter akan berperan sesuai keahliannya, seperti dokter ahli patologi yakni yang menentukan jenis sel dan derajat ganas sel kanker, serta pemeriksaan radiologis untuk menentukan ukuran dan sejauh mana kanker sudah menyebar.

“Untuk menentukan ukuran dan sejauh mana kanker menyebar seringkali diperlukan operasi kecil hingga besar untuk mengambil sebagian kanker agar dapat diperiksa oleh dokter ahli patologi. Rangkaian kegiatan pencarian jenis dan derajat kanker merupakan proses diagnostik,” ujar dia.

Setelah diketahui jenis dan ukuran kanker, menurutnya, pasien bersama tim medis yang terdiri dari sejumlah dokter berpengalaman masuk ke tahapan pengobatan. Pengobatan kanker bersifat multidimensial karena banyak disiplin ilmu terlibat di dalamnya.

“Selain terdapat sejumlah dokter spesialis, untuk memberi dukungan kepada pasien ada tim perawat, ahli gizi, fisioterafis, dan psikiater dalam proses pengobatan terhadap pasien kanker,” kata dia.

Ia mengatakan, strategi dan keberhasilan pengobatan kanker sangat bergantung dari tingkatan kanker yang diderita pasien. Menurutnya, untuk kanker tingkatan awal atau dini harapan keberhasil cukup tinggi, sedangkan tingkat lanjut akan sulit mencapai kesembuhan.

“Kalau tingkatan kanker awal, keberhasilan cukup tinggi yakni melalui terapi agresif melibatkan banyak jenis terapi yang dipilih, jika kanker tingkat lanjut akan memilih terapi bersifat paliatif yakni memperbaiki kualitas hidup menjelang akhir kehidupan,” ujar dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR