BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Warga Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung geger akibat banyaknya unggas atau ayam milik mereka mati dengan gejala mirip seperti terkena virus H5N1 atau flu burung. 
 
Sarinah (51) warga RT 05, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, mengatakan bahwa beberapa pekan ini ayam miliknya telah banyak yang mati secara tiba-tiba, dengan gejala jengger menghitam dan mengeluarkan cairan. 
 
“Punya saya 10 ekor ayam mati dari hari minggu kemarin, tau-tau mati jenggernya item, pantatnya berair merah kayak busuk,” ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (7/2/2019). 
 
Sarinah juga mengatakan bahwa setelah ayam miliknya mati, kedua anaknya mendadak demam tinggi dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat, “Anak saya 2 orang udah seminggu kemarin panas dingin dirawat ke puskes, tapi alhamdulillah sekarang udah sekolah,” kata dia. 
 
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan jika positif flu burung, maka seorang pasien akan langsung dirujuk ke Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut, “Biasanya langsung akan dirujuk ke RS Abdul Moeloek, sebab hanya di Abdul Moeloek yang memiliki penanganan untuk flu burung,” jelas Edwin. 
  
Dirinya menjelaskan, penanganan pasien yang positif flu burung terbilang cukup lama dan tidak begitu saja pasien dapat sembuh dengan cepat. 
“Kalau cepat sembuh berarti pasien itu bukan terjangkit flu burung,” jelasnya. 
 
“Gejala ketika seorang terjangkit flu burung adalah suhu badan naik drastis lebih tinggi dari panas biasanya, batuk, hidung berlendir, sesak napas, mimisan, gusi berdarah, nyeri otot,” ujarnya.   
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR