MARHABAN ya Ramadan, Sahabat Muda, Ramadan baru saja datang artinya kesempatan buat kamu yang beragama Islam untuk berlomba-lomba berbuat amal kebaikan. Sebuah hadis nabi mengatakan bahwa, ”Jika tiba bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua setan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, sudah jelas bukan, ini kesempatan buat kamu para anak muda untuk berlomba-lomba berbuat amal kebaikan. Selain dibuka pintu-pintu surga, Allah juga melipatgandakan pahala lo! So, tunggu apalagi, ambil tiket ke surga sebanyak-banyaknya.
Salah satunya diungkapkan oleh sahabat muda, yaitu Diah Fadillah Fatin, mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Lampung yang juga pendiri komunitas berbagi nasi. Menurutnya, bulan puasa menjadi momentum untuk merefleksikan diri, memperbaiki diri serta memohon ampun atas dosa-dosa yang telah berlalu. Dia juga mengungkapkan Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk berbuat kebaikan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.
“Jika sebelumnya salatnya masih suka bolong-bolong, di Ramadan ini menjadi momen yang baik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan di hadapan Allah swt," kata Fatin, sapaan akrabnya.
Perempuan berhijab itu menuturkan selain meningkatkan keimanan kepada Allah, Ramadan menjadi momentum untuk merefleksikan diri, saling mengingatkan satu sama lain, serta meningkatkan tali silaturahmi.
“Ramadan perbanyak kegiatan-kegiatan positif, setelah sebelas bulan ini kami fokus untuk hal-hal bersifat duniawi, di bulan suci ini menjadi momentum untuk total beribadah."
Menurut Fatin, Ramadan menjadi bulan bonus untuk umat Islam di dunia, yang mana semua pahala dilipatgandakan sekaligus ajang untuk mempertebal keimanan.
“Kalau yang sebelumnya ibadahnya sudah bagus, rajin, di bulan Ramadan ini kami lebih tingkatkan lagi dengan mengamalkan sunah-sunahnya," ujarnya.
Selain mempertebal keimanan, Fatin dan rekan-rekannya di komunitas berbagi nasi juga memiliki banyak kegiatan untuk mengisi Ramadan. Fatin menjelaskan dengan berbuat banyak kebaikan dan mengisi kegiatan selama bulan Ramadan, puasa akan menjadi lebih ringan dan indah.
“Jadi kami tidak terfokus dengan puasa, lupa haus dan lapar karena banyak kegiatan, kumpul, silaturahmi dengan kawan-kawan," kata dia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, komunitas berbagi nasi menggelar beragam kegiatan mulai dari berbagi sandal jepit ke masjid-masjid, berbagi mukena, berbagi takjil jelang buka puasa. Selain itu, komunitas ini menggalang dana untuk diserahkan kepada keluarga yang membutuhkan berupa bingkisan Lebaran, sembako, dan lain-lain. Tidak hanya itu, mereka juga menggelar tadarus dan iktikaf di masjid. “Setiap tahun tema kami selalu ganti, dengan demikian kami akan selalu mendapat hal-hal baru yang bisa terus kami maknai," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Noviandi Syafriyansyah. Dia menuturkan sederet kegiatan telah disiapkan untuk mengisi bulan suci Ramadan, di antaranya selama 29 hari, Noviandi dan komunitas jalan-jalan edukasi (JJE) secara bergilir mengadakan buka puasa di panti-panti asuhan di Bandar Lampung. Sebelum buka bersama, mereka rutin mengaji secara bersama-sama. Bahkan di salah satu hari nantinya, JJE akan mengkhatamkan Alquran selama satu hari.
“Jadi, di hari itu kami bagi mengajinya per juz, sampai ke juz 30 dan malamnya kami khatamkan Alquran,“ ujar Noviandi yang merupakan founder komunitas JJE.
Menurutnya, untuk memaknai Ramadan kali ini, selain tetap bekerja seperti biasa, puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Noviandi menyebutkan nuansa Ramadan justru menambah energi positif bersama dengan anak-anak yatim dan duafa.
“Dalam setiap momen buka bersama dengan anak yatim, kami selalu beri tahu waktu dan tempatnya lewat media sosial. Jadi, siapa saja yang mau dan punya kesempatan hadir tanpa konfirmasi silakan datang. Kami tidak pernah membatasi siapa saja bisa hadir. Ini menjadi ladang kesempatan berbuat kebaikan,“ kata dia.
Selain kegiatan tersebut, Novian dan rekan-rekannya pada 10 hari terakhir Ramadan melaksanakan iktikaf di masjid.
“Ramadan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, membiasakan diri untuk salat jemaah di masjid. Kalau hari-hari biasa terhalang dengan jam makan sehingga tidak salat berjemaah, nah selama Ramadan ini lebih mudah untuk salat berjemaah,“ ujarnya.

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR