KRUI (Lampost.co) -- Terbatasnya kuota santunan kematian yang dianggarkan pemkab Pesisir Barat, menyebabkan masih banyak ahli waris warga yang meninggal belum mendapat dana santunan sebesar Rp1 juta untuk setiap satu warga yang meninggal.

Kabid perlindungan jaminan sosial dari dinas sosial kabupaten Pesisir Barat, Iwan Sopian, Rabu (1/8/2018), ditemui dikantornya, mengatakan kuota warga yang mendapat bantuan santunan dari program tersebut yaitu sebanyak 600 orang per tahunnya. 



"Ya kebetulan saya baru di sini (menduduki jabatan ini-red),  ini baru akan kami rekap. Memang setiap tahunnya kuota penerima santunan kematian itu sebanyak 600 orang," kata dia. 

Rekapitulasi pemkab melalui dinsos, kata dia, setiap tahunnya yaitu warga yang meninggal dari bulan januari sampai November setiap tahunnya sebagaimana yang diterapkan pada 2017 lalu. Dengan demikian memang terjadi kelebihan kuota, apalagi untuk warga yang meninggal di bulan Desember, sehingga masih  banyak warga yang meninggal di kabupaten itu yang tidak mendapat santunan kematian. 

"Anggarannya telah ditetapkan dengan demikian memang ada dan masih banyak warga yang tidak mendapat," kata dia. 

Kedepan, lanjut dia, penyaluran dana santunan itu akan dilakukan secara efisien, yaitu ada warga yang meninggal langsung ditindak lanjuti untuk menerima bantuan itu, bukan seperti saat ini datanya direkap terlebih dahulu dan ada selang waktu untuk kemudian dana itu disalurkan. 
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR