Lombok (Lampost.co) -- Satuan tugas penanggulangan darurat bencana gempa Lombok menyisir lokasi-lokasi terpencil pengungsian di wilayah perbukitan. Akses jalan yang terputus menyulitkan distribusi bantuan kepada para pengungsi. 

Komandan Satgas PDB Gempa Lombok Kolonel Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan untuk menembus medan yang cukup ekstrem itu, personel TNI pun terpaksa menggunakan motor trail.

"Upaya ini terus menerus kita lakukan sebagai bentuk respon cepat terhadap kesulitan warga," kata Rizal di Lapangan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin, 13 Agustus 2018. 

Penyaluran bantuan logistik terus dimaksimalkan selama masa tanggap darurat belum berakhir. Ia berharap masyarakat di perbukitan mau dipindahkan. 

"Apapun akan kita usahakan agar semua bantuan yang diterima posko dapat disalurkan secara merata oleh masyarakat korban gempa," ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan melalui darat dan udara hingga saat ini telah menjangkau titik-titik tersulit. Namun, posko pusat sulit mendata berapa total pengungsi mandiri terutama di daerah perbukitan.

"Meskipun mekanisme penyaluran bantuan dilakukan dari posko ke kecamatan, lanjut ke dusun hingga ke tangan warga, namun tidak menutup kemungkinan ada warga yang tidak mendapatkannya. Untuk itu warga dapat melapor langsung ke Posko PDB, " jelasnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR