BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Perkembangan kreativitas anak dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satunya lingkungan di sekitar mereka berada. Menurut psikolog Retno Dewanti Purba, sebagai orang tua ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengembangkan kreativitas anak secara maksimal. Pertama, memperluas wawasan kognitif anak dengan memberi banyak pengetahuan untuk membuat anak makin cerdas secara logika.
Kedua, pengalaman emosi anak perlu diperkaya melalui pengalaman-pengalaman yang dihadapi anak. "Pengalaman emosi seperti gagal, berhasil, menang, kalah, atau marah penting untuk pengembangan kreativitas," ujar Retno dalam bincang-bincang tumbuh kembang anak di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kemudian, pengalaman sosial anak pun perlu diperbanyak agar mereka memiliki koneksi di masa depan kelak. Makin banyak sosialisasi yang dilakukan, makin tinggi tingkat kreativitasnya karena anak dipertemukan dengan berbagai jenis orang yang makin membuat pikirannya terbuka.
Selain itu, Retno menyarankan agar keterampilan anak juga perlu diperhatikan. Pada tahap ini orang tua harus jeli dalam melihat bakat anak dan menuntunnya untuk bisa mengembangkan bakat tersebut, sehingga memberi manfaat bagi anak sendiri.
Hendaknya dalam menumbuhkan kreativitas, orang tua lebih menilai proses yang harus dianggap lebih penting daripada hasil yang dicapai anak. Oleh karena itu, hindari evaluasi atau sikap menghakimi karena itu akan memengaruhi kreativitas anak berkembang.
"Orang tua sebaiknya tidak langsung memutuskan tanpa mendengar alasan anak dalam setiap tindakan yang dilakukan. Di sinilah anak bisa mulai mengembangkan kreativitas yang dimiliki dengan bertanggung jawab karena selalu memiliki alasan untuk melakukan sesuatu," kata dia.
Terakhir, tumbuhkan keberanian dalam diri anak untuk mencoba. Ini memang langkah yang sulit, tetapi dampak dari itu akan berpengaruh sepanjang hidup bagi dia atau orang lain.

Aktif Berkegiatan



Untuk mendorong tumbuh kembang siswa usia dini, khususnya kreativitas dan kecerdasan emosional, lembaga pendidikan tempat anak belajar juga memiliki peran penting. Menurut Pembina Yayasan PAUD Al-Hanief Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Imam Hanafi untuk membangun kreativitas anak, pihaknya tidak hanya memberikan pendidikan di dalam kelas. Para siswa diajak aktif melakukan berbagai kegiatan, termasuk permainan edukasi yang disiapkan di kelas maupun di halaman sekolah.
"Proses pendidikan kami lakukan melalui beragam permainan edukasi, selain menguatkan kemampuan motorik serta konsentrasi anak pada suatu objek pembelajaran, secara tidak langsung permainan itu akan mengasah inteligensi emosional atau rasa empati mereka," kata Imam, baru-baru ini.
Imam menjelaskan di sekolahnya siswa juga diberikan mengembangkan bakat mereka di beberapa bidang, seperti pada bidang seni. Siswa dibebaskan mengembangkan kreativitas mereka, di antaranya bernyanyi, menari, hingga menggambar dan mewarnai. "Setiap siswa dibimbing untuk membuat karya dan menyalurkan kreativitasnya," kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR