APAKAH Anda kerap terbangun pada malam hari karena batuk dan bersin? Jika iya, bisa jadi bantal tidur Anda memicu alergi. Penelitian terbaru menyebutkan bantal sering menyimpan tungau debu, yang sering menjadi penyebab alergi, asma, dan eksem.

Ia melanjutkan orang-orang dapat alergi terhadap eksoskeleton dan kotoran. Ketika sistem kekebalan tubuh bertemu dengan tungau debu, antibodi akan melindungi tubuh. Salah satu reaksi yang muncul adalah peradangan atau pembengkakan di saluran udara dan saluran hidung.



Pemicu alergi umum seperti tungau debu dan serbuk sari dapat ditemukan di dalam dan di atas banyak bantal. Tungau debu biasanya bersembunyi di kasur dan bantal karena mereka makan dari sel-sel kulit kita. Serbuk sari juga memicu alergi umum yang sering terkumpul di rambut dan kemudian berpindah ke bantal ketika kita berbaring. Meski sulit menghilangkan kotoran dari luar tersebut, menggunakan bantal berisi bulu adalah salah satu solusi mengurangi risiko alergi itu.

 

-----untuk online, jangan dihapus. Tolong dikoreksi----

 

 

Masood juga menyarankan untuk mengganti bantal dengan bantal yang berisi serat poliester dan menggunakan penutup alergen antidebu untuk menciptakan penghalang.

"Tungau debu tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap. Menjaga kelembapan di rumah kurang dari 40 hingga 50 persen juga bisa bermanfaat."

Ogden sendiri menyarankan untuk mencuci bantal dengan air panas setiap minggu untuk membunuh tungau debu yang ada.

"Alat pembersih udara juga dapat membantu menangkap dan menyaring alergen yang tersebar ke udara saat Anda membuat tempat tidur dan mengeluarkan bantal-bantal itu."

Untuk menghindari memindahkan serbuk sari ke bantal, Ogden menyarankan mandi dan mencuci rambut sebelum tidur selama musim alergi.

Rebecca Lee, perawat terdaftar dan pendiri Remedies For Me, menyarankan untuk memastikan rambut sudah kering saat akan istirahat malam karena tidur dengan rambut basah dapat menciptakan jamur di bantal.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR