BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pihak Rumah Sakit Imanuel membantah adanya penahanan yang dilakukan kepada pasiennya, Iwan Fauzi (27), warga Blambangan Pagar, Lampung Utara yang menjadi korban kecelakaan dan dirawat serta di operasi di rumah sakit tersebut.

"Kami tidak melakukan penahanan. Justru kami membantu pasien," ujar Gunawan staf Humas RS Imanuel, Jumat, 23 Agustus 2019.



Menurut Gunawan, korban menjalani perawatan dengan kategori umum. Bahkan berdasarkan permintaan orang tua korban, ia pun dirawat di ruang kelas I selama 7 hari dan akhirnya dipindahkan ke kelas 3.

Berita terkait:

Mendesak untuk Rujuk Operasi Rahang, Pasien Ini Masih Tertahan di RS Imanuel

Iwan pun menjalani operasi selama 4 kali, ditambah biaya perawatan hingga memakan biayanya sekitar Rp93 juta. Namun karena korban kesulitan biaya, pihak rumah sakit memberikan keringanan, mulai dari biaya ruangan hingga biaya operasi. "Kan pihak pasien itu sudah bayar 2 kali sekitar Rp15 juta, terus ada biaya dari Jasa Raharja. Kami mencoba berikan keringanan, hingga nominal yang keluar Rp39 juta, biaya ruangan dikurangi, biaya operasional bahkan dikosongkan," katanya.

Belum bisa pulangnya, bukan karena dilakukan penahanan. Tapi pihak rumah sakit berharap adanya koordinasi atau mediasi dengan pihak keluarga. Terutama pihak orang tua, agar ada jalan tengah yang bisa diambil. "Pihak pasien kan juga punya hak dan kewajiban. Kami sudah bantu semaksimal mungkin. Apalagi waktu pertama kan orangtuanya yang tandan tangan. Jadi kita mau koordinasi dengan orang tuanya langsung bukan dari pihak lain," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR