BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung menyokong pendanaan bagi pengembangan sektor pertanian jagung di Pesawaran. Hal tersebut sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas komoditas tersebut dan menjaga petani untuk terhindar dari kerugian, karena ditanggung PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Dukungan tersebut terwujud dalam kerja sama antara Bank Lampung, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, PT. Jabbaru dan PT. Jasindo Cabang Lampung terkait proyek percontohan pada Program Pertanian Terintegrasi di sektor pertanian jagung yang dihadiri Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Direktur PT. Jabaru, Rahmat Faiszal, dan Kepala Cabang Jasindo Sugeng Prapto.



Direktur Utama Bank Lampung, Eria Desomsoni Bank Lampung berkomitmen untuk mendukung penuh Program Pertanian Terintegrasi di Kabupaten Pesawaran. Terlebih, proyek itu sebagai percontohan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas dan jaminan keuntungan. "Dari Bank Lampung sendiri akan mendukung dalam memfasilitasi lewat produk Kredit Usaha Rakyat sebagai solusi untuk membiayai kebutuhan petani," kata Eria dalam siaran pers yang diterima Lampung Post, Kamis (21/3/2019).

Senada, Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona mengatakan kerja sama itu sebagai langkah dalam memberikan menghasilkan solusi meningkatkan produktifitas pertanian di Pesawaran. Dalam program tersebut terdapat 100 petani jagung di Kecamatan Negeri Katon sebagai percontohan pertanian terintegrasi.

Dengan program ini petani tidak perlu khawatir mulai dari pendanaan dimodali Bank Lampung dan saat proses penggarapan lahan, bibit, pupuk, hingga kewajiban menampung hasil panen akan ditanggung PT Jabbaru. Disamping itu, petani juga tidak perlu khawatir jika terjadi gagal panen yang menimbulkan kerugian. Sebab, tanaman petani sudah mendapat jaminan asuransi. "Jika terjadi gagal panen, Jasindo akan memberikan ganti rugi kepada petani, karena usaha tersebut telah dijamin asuransi. Saya berharap kedepannya program ini menjadi contoh bagi kecamatan dan kabupaten lainnya. Bahkan provinsi bisa turut menerapkannya," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR