BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Efektivitas penggunaan sistem perekam transaksi usaha (tapping box) yang diterapkan beberapa kabupaten/kota terus meluas ke daerah lainnya. Kini alat yang dapat menekan keboncoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu turut digunakan pula pada berbagai tempat usaha di Kota Metro.

Metro menjadi daerah keempat setelah Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah menerapkannya lebih dulu. Bekerja sama dengan Bank Lampung, ditahap pertamanya Pemkot mengadakan 19 unit tapping box.



Direktur Utama Bank Lampung, Eria Desomsoni menjelaskan tapping box merupakan alat yang dipasang untuk merekam transaksi antara konsumen dengan pelaku usaha, seperti di restoran, hotel, dan tempat parkir. Alat itu berfungsi efektif dalam mencegah kebocoran PAD. Bahkan, kini tapping box juga mulai dapat dipasang untuk pajak air tanah di perusahaan-perusahaan.

"Dengan alat ini, penerimaan daerah dapat terkontrol dan membantu meningkatkan pendapatan daerah khususnya di sektor pajak," kata Eria dalam penandatanganan PKS dan nota kesepahaman pemanfaaran tapping box di aula Kantor Wali Kota Metro.

Menurutnya, kerja sama itu salah satu bentuk komitmen Bank Lampung untuk membantu Pemda se-Lampung dalam  optimalisasi PAD-nya. Sejauh ini, pihaknya mengadakan alat tersebut bersama Pemkot Bandar Lampung yang telah terpasang sebanyak 200 unit untuk tahap I pada November 2018 lalu. Ditambah, 100 unit di tahap II yang kini dalam tahap pemasangan. 

Kemudian meluas ke Lampung Selatan dengan pemasangan 30 Unit pada tahap I November 2018 lalu dan ditambah pengadaan tahap II sebanyak 30 unit yang baru terpasang 5 Unit. Sementara, Lampung Tengah tahap I mengadakan 30 unit hingga meluas ke Kota Metro untuk pengadaan 19 unit.

"Hasilnya dari 200 tapping box itu, PAD Bandar Lampung kini naik hingga Rp2,5 miliar - Rp3 miliar per bulan hanya dari hasil pajak restoran, hotel, dan tempat hiburan. Untuk itu, kami berharap tapping box ini juga akan meningkatkan PAD Metro. Kami juga mengajak seluruh wajib pajak di Metro bisa memanfaatkan produk-produk layanan Bank Lampung," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR