BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota menambah modal Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung sebesar Rp6,5 miliar. Tambahan setoran itu menjadikan modal inti lembaga keuangan BUMD itu sebesar Rp670 miliar.

Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo menjelaskan terdapat penambahan setoran modal dari beberapa kabupaten/kota sebagai pemilik saham Bank Lampung. Termasuk pemprov yang menghibahkan asetnya berupa kantor eks Bank Bukopin.



"Rencananya akan dijadikan sebagai kantor baru Bank Lampung. Selain itu, secara keseluruhan pertumbuhan keuangan bank juga positif," kata Ridho usai Rapat Umum Pemegang Saham di Hotel Sheraton, Senin (8/4/2019).

Usai RUPS Tahunan, jajaran komisaris dan para pemegang saham melanjutkan dengan RUPS Luar Biasa untuk menetapkan Direktur Bisnis baru. Dengan demikian, bank tersebut menyisakan 3 kekosongan jabatan lain, yaitu Direktur Operasional, Direktur Kepatuhan, dan Komisaris Utama.

"Kekosongan ini masih dalam proses. Prosesnya kami mempercepat sesuai tata aturannya. Sebab, sudah menjadi catatan juga dari Otoritas Jasa Keuangan, karena sudah lama kosong. Kami upayakan dari internal, tetapi harus tetap sesuai standar. Kalau gugur, ya prosesnya diulang lagi. Makanya, calon harus mempersiapkan diri agar tidak makan waktu untuk pengajuan terus," ujarnya.

Senada, Komisaris Bank Lampung, Lukman Hakim mengatakan pihaknya menggelar 2 RUPS sekaligus. Selain mengurai kinerja operasional turut menetapkan Direktur Bisnis dan penambahan modal inti perusahaan. Terdapat 6 sumber penambahan setoran dari daerah, antara lain Lampung Selatan, Metro, dan Pesisir Barat.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR