BANDUNG (Lampost.co) -- Bank Bukopin dan KB Financial Group siap mengembangkan sinergi bisnis menyusul masuknya kelompok perusahaan keuangan asal Korea tersebut sebagai salah satu pemegang saham Bank Bukopin. Rencana sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan antara manajemen kedua Perusahaan di kantor pusat KB Financial Group (KBFG) di Seoul, Korea, pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut jajaran manajemen Bank Bukopin antara lain diwakili oleh Direktur Utama Eko Rachmansyah Gindo, Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Adhi Brahmantya, dan Direktur Keuangan & Perencanaan M. Rachmat Kaimuddin. Sementara dari pihak Kookmin hadir CEO KB Financial Group, CEO KB Kookmin Bank, serta jajaran Manajemen anak perusahaan KB Financial Group lainnya.



KBFG merupakan perusahaan keuangan terbesar di Korea yang memiliki 12 anak perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan, manajemen aset, hingga investasi.

KB Kookmin Bank yang merupakan salah satu anak perusahaan KBFG, resmi masuk menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin setelah mengikuti Penawaran Umum Terbatas IV tahun 2018 dengan kepemilikan saham 22%.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan sebagai bank terbesar di Korea, KB Kookmin Bank mempunyai basis kekuatan pada sejumlah produk, layanan dan infrastruktur.

"Yang kami lihat paling memungkinkan untuk disinergikan dengan Bank Bukopin dalam waktu dekat adalah kerja sama dalam empat bidang, yaitu pengembangan sistem untuk produk dan layanan kredit konsumer dan UMKM, perbankan digital dan teknologi informasi, bisnis perbankan internasional, serta manajemen risiko," ujar Eko melalui keterangan tertulisnya, Rabu (5/9/2018).

Eko menegaskan sinergi bisnis diantara kedua perusahaan sangat memungkinkan untuk dilakukan mengingat kedua institusi sama-sama memiliki fokus pada segmen ritel. Sebagai bank terbesar di Korea, per Juni 2018 KB Kookmin Bank memiliki aset sebanyak KRW349 triliun (setara Rp4.537 triliun) dengan jumlah nasabah sebanyak 32 juta. KB Kookmin Bank juga merupakan bank dengan rasio NIM dan ROE tertinggi di Korea .

Menurut Eko, Bank Bukopin berkeinginan untuk mengadopsi sistem dan proses bisnis yang dimiliki Kookmin Bank untuk mengoptimalkan bisnis konsumer dan UMKM di Bank Bukopin.

Dia menjelaskan fokus utama dari sinergi dibidang ini diantaranya adalah untuk memacu pertumbuhan pembiayaan perumahan, kendaraan bermotor dan UMKM di Bank Bukopin. “Dengan model bisnis yang lebih cepat dan efisien, kami yakin Bank Bukopin akan dapat lebih berpotensi memacu pertumbuhan pada bisnis konsumer dan UMKM," kata dia.

Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Adhi Brahmantya menjelaskan sinergi antara kedua perusahaan sangat terbuka untuk dilakukan guna mengoptimalkan sistem Teknologi Informasi dan layanan perbankan digital yang saat ini tengah dikembangkan oleh Bank Bukopin.

Adhi menjelaskan Kookmin Bank mempunyai strategi Perbankan Digital dan Platform Digital yang andal. Selain untuk mengembangkan produk dan layanan perbankan digital, Bank Bukopin juga berkeinginan mengadopsi aplikasi TI dari Kookmin Bank yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Terkait dengan rencana kerja sama di bidang perbankan internasional. Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin M. Rachmat Kaimuddin mengungkapkan sejauh ini potensi yang dapat dikembangkan oleh Bank Bukopin dan Kookmin Bank adalah dari sisi bisnis remitansi dan trade finance.

“Kami melihat populasi warga Indonesia yang bekerja di Korea sangat potensial untuk bisnis remitansi. Saat ini terdapat sekitar 45 ribu warga Indonesia bermukim di Korea, sebagian besar bekerja sebagai blue collar workers pada berbagai industri dengan penghasilan rata rata sekitar 30 ribu dolar AS per tahun,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, layanan trade finance juga sangat berpotensi untuk digarap melalui kolaborasi Bank Bukopin dengan Kookmin Bank mengingat investor dan pelaku bisnis asal Korea di Indonesia juga terus tumbuh pesat.

Melalui berbagai rencana kolaborasi tersebut, dan didukung oleh pemegang saham lainnya, Manajemen Bank Bukopin optimistis ke depan Perseroan akan dapat terus memacu pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

 

Tentang Bank Bukopin

PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia, Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP.

Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan konsumer serta didukung oleh segmen komersial.

Sesuai dengan moto "Memahami dan Memberi Solusi?, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile, B Wallet, dan tabungan digital Wokee.

Saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (23,4%), KB Kookmin Bank (22,0%), Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia/KOPELINDO (12,4%), Negara RI (8,9%), dan Publik (33,3%). Hingga Juni 2018, Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 104 kantor kas, dan 867 mesin ATM.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR