LAMPUNG TENGAH (Lampost.co)---Banjir menerjang sejumlah daerah di Lampung, sejak dua hari terakhir hingga Senin (26/2). Bukan hanya korban harta benda, empat warga tewas dan dua lainnya hilang dalam banjir itu.

Kondisi terparah terjadi di Lampung Tengah (Lamteng). Sejumlah kampung di sedikitnya 12 kecamatan se-Lamteng terendam banjir akibat diguyur hujan sejak Minggu (25/2) malam hingga kemarin. Banjir merenggut nyawa manusia, merendam ratusan rumah, ratusan hektare sawah dan ladang, menyeret sejumlah mobil, dan ternak.
Data yang diperoleh Lampung Post dari berbagai sumber, sedikitnya delapan orang terseret derasnya banjir di berbagai penjuru Lamteng. Sampai pukul 18.00, dipastikan empat orang tewas dan dua hilang.
Selain merenggut nyawa, banjir akibat meluapnya empat sungai, yaitu Way Seputih, Way Pengubuan, Way Tipo, dan Way Tatayan itu juga menenggelamkan ratusan rumah, perkantoran, dan ratusan hektare sawah.
Korban tewas adalah Supangat (65) dan Warsinem (65), keduanya warga Komering Putih, Gunungsugih. Kemudian Talita (5), warga Yukumjaya, Terbanggibesar, dan Siyami (38), warga Siwobangun, Seputihbanyak.
Di kawasan Lamteng lainnya, 257 rumah di Gorasjaya, Bekri dan 50 rumah di Cabang, Bandarsurabaya, masih terendam. Sepuluh kepala keluarga (KK) di Gorasjaya berhasil mengungsi, sedangkan 10 KK lainnya masih terjebak hingga sore kemarin. "Ada 10 KK yang terjebak banjir dan bertahan di rumah sejak pagi," ujar petugas PMI Lamteng Jhonson, kemarin.
Di Lampung Selatan, sejumlah desa di dua kecamatan, yakni Way Panji dan Kalianda, juga dilanda banjir. Derasnya hujan yang melanda wilayah itu sejak Minggu malam, membuat irigasi meluap dan merendam rumah serta ratusan hektare sawah.
"Memang banjir sudah makin surut, tapi kami antisipasi kalau hujan turun, khawatir meluap lagi," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan di lokasi banjir, kemarin.
Hujan deras juga membuat meluap Way Pegadungan sehingga membuat sebagian sebagian Desa Sukadana, Lampung Timur dilanda banjir, hingga kemarin. Banjir dengan ketinggian air 25—50 cm tersebut bukan hanya melanda ruas-ruas jalan, melainkan juga bangunan Pasar Desa Sukadana dan rumah warga. Banjir juga melanda perbatasan Desa Kalibening, Kecamatan Pekalongan, dan Kelurahan Karangrejo, Metro Utara.



Bantuan
Sementara itu, Dinas Sosial Way Kanan segera menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang terkena dampak banjir. Kepala Dinas Sosial Way Kanan Pardi mengatakan di beberapa tempat luapan Sungai Way Umpu sudah mulai surut dan masih ada beberapa tempat yang masih terkena dampak banjir.
"Hari ini (kemarin, red) Dinas Sosial akan turun ke lapangan untuk menyerahkan bantuan makanan siap saji kepada masyarakat di Kecamatan Pakuanratu, Negarabatin, dan Negeribesar," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Way Kanan Parida Aryani mengatakan kini tim dari dinasnya telah turun ke kampung. "Segera dilakukan pengobatan kepada masyarakat yang terdampak banjir itu," katanya, kemarin.

Berikut ini Daerah yang terendam Banjir di Lampung:

Lampung Tengah:
- Gunungsugih (Komering putih)
- Seputihagung (Mujirahayu, Gayausakti, Sulusuban, Simpangagung)
- Bumiratu Nuban (Bumiratu)
- Way Pengubuan (Candirejo)
- Bekri (Gorasjaya)
- Bandarmataram (Terbanggimulya, Mataram Ilir)
- Seputihbanyak (Siwobangun)
- Terbanggibesar
- Bandarsurabaya (Kampung Cabang)
- Seputihmataram (Qurniamataram)

Lampung Selatan:
- Way Panji
- Kalianda

Lampung Timur:
- Pekalongan
- Sukadana

Metro:
- Metro Utara
- Metro Barat


 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR