LiWA (Lampost.co)--Seluas 51,5 Ha tanaman padi petani di Pekon Bandaragung, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat gagal panen panen akibat diterjang banjir 19 Februari lalu. 

Dua hari sebelum banjir menyapu tanaman padi petani itu, banjir juga menerjang hingga mengakibatkan irigasi Way Haru yang mengaliri sawah sekitar jebol.
Untuk memaksimalkan lahan pertanianya itu, kini petani pemilik lahan seluas 120 Ha yang berpotensi kekeringan akibat terdampak kerusakan irigasi tersebut kini mengusulkan bantuan bibit jagung nonhibrida dan padi gogo.



Plt Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar, Yedi Ruhyadi, Senin (25/2/2019), menjelaskan pihaknya telah menyampaikan kepada bupati maupun pihak Pemprov tentang usulan petani yang terdampak bencana banjir yang meminta bantuan bibit jagung dan bibit padi gogo itu. 
Bupati dan Pemprov, kata Yedi, telah menyatakan siap atas usulan petani itu. Ia menambahkan, tanaman padi petani seluas 51,5 Ha milik petani di Pemangku Bandaragung itu rata-rata berumur 1-2 bulan. 

Tanaman padi seluas 51,5 Ha itu tidak masuk dalam program AUTP karena saat itu pendaftaran belum dibuka yang dikarenakan perubahan aplikasi dari manual ke aplikasi online.
"Ketika petani hendak mendaftarkan tanamanya tersebut, ternyata saat itu belum bisa karena aplikasinya belum dibuka," kata Yedi.

Dia menjelaskan, pada 17 Februari lalu terjadi banjir bandang yang menyebabkan bendungan Way Haru hancur. Kerusakan irigasi ini akan berdampak panjang terhadap rencana tanam padi pada lahan seluas 582 Ha yang selama ini mendapat pasokan air dari irigasi way Haru itu.

Lalu pada 19 Februari terjadi banjir susulan akibat way Haru meluap hingga menggenangi tanaman padi seluas 120 Ha. Dari jumlah itu, seluas 51,5 Ha diantaranya berumur 1-2 bulan dinyatakan rusak total. Sedangkan 68,5 Ha diantaranya berumur 2-3 bulan dan masih bisa dipanen karena hanya roboh namun produksinya menurun.

Bencana banjir yang menyapu tanaman padi seluas 51,5 Ha dan menggenangi 69,5 Ha itu mengakibatkan kerugian petani mencapai sekitar Rp4 miliar, belum termasuk kerugian kerusakan irigasinya.

Untuk meminimalisir penurunan produksi terhadap lahan pertanian yang terdampak itu maka kedepan, lanjutnya, untuk sementara pihaknya akan mengusulkan bantuan pompa air berkapasitas besar kepada pemerintah pusat melalui provinsi. Kemudian usulan bantuan benih padi gogo dan benih jagung.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR