KALIANDA (Lampost.co) -- Pasca diterjang banjir, Sabtu (1/12/2018), UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menyatakan seluas 15 hektare tanaman padi siap panen rusak (puso). Meski demikian, data tersebut diprediksi masih bisa bertambah.

Kepala UPTD P3 Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan luapan Sungai Way Pisang dua hari yang lalu menyebabkan 276 hektare tanaman padi siap panen terendam banjir. Duantaranya, Desa Sukaraja seluas 75 hektare, Sukamulya 57 hektare, Pematangbaru 94 hektare dan Sukabakti 50 hektare.Meski demikian, kondisi terakhir tanaman padi itu terpantau sudah surut.



"Semua tanaman padi yang terendam banjir sudah surut semua. Hanya saja dibeberapa titik masih ada tanaman padi yang terendam. Misalnya lokasi lahan yang memiliki dataran rendah," kata dia, Minggu (2/12/2018).

Menurutnya, berdasarkan data sementara yang dihimpun para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) baru seluas 15 hektare tanaman padi yang siap panen rusak atau puso. Lokasi itu berada di areal persawahan di Desa Pematangbaru.

"Namun, data itu belum fix. Bisa saja bertambah. Sebab, para Penyuluh kami masih mendata. Kami mendata menyortir lahan mana yang sudah panen atau belum. Secara umum, lahan yang sudah panen baru sekitar 30-40 persen. Kemudian, kondisi banjir sudah surut," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR