KALIANDA (Lampost.co) -- Petani di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, diperkirakan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat banjir yang merendam tanaman padi mereka. Sebab, terdapat 807 hektare tanaman padi mengalami puso.

Informasi yang dihimpun Lampost.co, setiap petani yang tanaman padinya mengalami puso rata-rata telah mengeluarkan modal Rp2-3 juta. Jika dikalikan dengan jumlah 807 ha yang puso, maka diperkirakan petani mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.



Salah satu petani yang mengalami puso adalah Sudar (46), petani asal Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, mengaku tanaman padi yang telah berumur berkisar 25-30 hari setelah tanam (HST) telah mengeluarkan modal Rp2-3 juta per ha.

"Dalam setiap lahan satu hektare, petani sudah mengeluarkan biaya modal, seperti biaya pengolahan lahan sebesar Rp1,4 juta, bibit pembenihan Rp360 ribu, cabut bibit Rp500 ribu, dan tanam padi Rp1 juta," kata dia saat dihubungi, Minggu (18/3/2018).

Selain itu, kata Sudar, petani juga sebagian ada yang mengeluarkan biaya modal untuk beli air dan pupuk pertama. "Saya pribadi biaya yang sudah di keluarkan mulai dari pengolahan tanah, pembelian bibit, penyemaian bibit hingga penanaman padi mencapai Rp3 juta dalam satu hektare," kata dia.

Ketua Gapoktan Mekarmukti Desa Mekarmulya, Palas, Darto mengatakan meskipun petani mengalami kerugian akibat banjir hingga puso, namun sebagian besar petani sudah masuk Asuransi Usaha Tani (AUTP).

"Bagi petani yang sudah masuk AUTP, bisa diklaim di PT Jasindo sebesar Rp6 juta per hektare. Jadi, kalau petani masuk AUTP tidak begitu rugi, bahkan ada keuntungan," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR