KOTA AGUNG (Lampost.co)--Banjir bandang menerjang puluhan rumah dan menewaskan seorang warga Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus karena terseret arus banjir. 

Korban tewas ini belum didapatkan identitasnya karena bencana tersebut juga menyulitkan untuk melakukan komunikasi. Namun berdasarkan dugaan sementara bahwa korban tewas adalah wanita lanjut usia.



Baca Juga : Jenazah Korban Lion Air JT 610 Langsung Dikebumikan

Menurut data yang dihimpun 5 rumah milik warga mengalami rusak berat, 4 rumah rusak ringan dan belasan rumah lainnya masih belum dapat dijangkau karena genangan air belum surut. 

"Ada sekitar 17 rumah belum dapat dipastikan kondisinya karena masih belum bisa dijangkau," ujar Iwan Junianto, Kasi Rekonstruksi BPBD Tanggamus.

Dia menjelaskan, bahwa korban tewas sementara ini sudah dilaporkan ada satu orang. Informasi ini akan terus dikembangkan dan tim BPBD bersama petugas gabungan telah terjun kelapangan sejak dini hari.

BNPP ikut melakukan evakuasi pascabanjir di Kelumbayan, Tanggamus. (Foto:Lampost/Abu)

Wilayah Pekon Umbar ini memang rawan sekali terjadi bencana banjir bandang. Sekitar 2 tahun lalu, seorang ayah dan anaknya juga menjadi korban banjir bandang. Kedua terseret arus yang deras ketika hendak pulang dari bertani sawah. Nasib baik istri korban masih dapat menyelamatkan diri.

Iwan menambahkan, cuaca ekstrim belakangan ini telah memicu terjadinya bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah Kabupaten Tanggamus. Untuk banjir bandang telah melanda Kecamatan Kelumbayan, Wonosobo, Kotaagung Barat, Bandar Negri Semuong, Limau dan Pematangsawa.

Sedangkan untuk bencana longsor sedikitnya terjadi di 3 Kecamatan, yakni Limau, Cukuhbalak dan Kotaagung Timur.

Kondisi pascabanjir. (Foto:Lampost/Abu)

"Sejak minggu kemarin, hampir setiap hari kami menerima laporan telah terjadi bencana. Dan, dalam satu hari bisa lebih dari satu kali terjadi bencana," kata dia.

Baca Juga : Banjir dan Longsor, Belasan Rumah Rusak

Sementara itu, Marbawi, warga Kelumbayan mengatakan bahwa banjir bandang telah sebabkan sekitar 17 rumah rata dengan tanah dan 38 lainnya mengalami kerusakan. Dengan rincian, Dusun Sukajadi 14 rumah terseret arus dan 17 rusak dan di Dusun Suka Damai 3 rumah hilang dan 21 rumah mengalami kerusakan.

"Atas kejadian ini, kami atas nama warga masyarakat meminta perhatian khusus kepada pemerintah," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR