KALIANDA (Lampost.co)---Ratusan petani di Desa Palaspasemah dan Palasaji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dihantui banjir datang merendam lahan pertanian mereka. Pasalnya, hingga kini pintu air di tanggul penangkis Sungai Way Pisang belum kunjung diperbaiki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung Post, Senin (5/3/2018), kekhawatiran ratusan petani dari dua desa itu lantaran debit air di Way Pisang terus meningkat. Bahkan, saat ini air mulai masuk di gorong-gorong pintu air tersebut.



Gapur (35), petani di Desa Palaspasemah mengatakan dirinya sangat khawatir datangnya banjir. Sebab, pintu air yang rusak akibat termakam usia tersebut hingga kini belum diperbaiki.

"Sejak tadi sore, air di Sungai Way Pisang terus meningkat. Bahkan, airnya sudah mulai masuk keareal lahan persawahan. Jelas, tanaman padi yang baru saja ditanaman dua hari yang lalu terancam terendam banjir," kata dia, Senin (5/3/2018) malam.

Hal senada diungkapkan, Ariyanto (39) petani asal Desa Palasaji. Dia mengatakan hingga kini saluran pintu air tersebut masih darurat dan hanya ditimbun dengan tumpukan karung. "Sejauh ini belum ada perbaikan tanggul. Beberapa petani, baik dari Desa Palasaji dan Palaspasemah rela ronda malam disawah untuk memantau kondisi air yang diprediksi akan masuk ke lahan persawahan," ujarnya.

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR