BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Banjir yang mengepung beberapa daerah di Provinsi Lampung membuat keprihatinan dan perhatian pasangan calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi–Chusnunia Chalim.
Arinal selaku warga Lampung turut prihatin atas musibah yang terjadi di beberapa daerah. “Saya prihatin sekali banjir ini pasti terjadi setiap tahun saat musim hujan. Harusnya pemerintah daerah dan provinsi bisa saling bersinergi dengan baik dalam mengantisipasi kejadian terulang,” ungkap dia dalam rilisnya Selasa (27/2/2018).
Menurutnya, penanggulangan bencana alam yang terjadi setiap tahun diharapkan bisa dikendalikan dengan melihat kondisi daerah masing-masing. “Kan kita sudah tahu daerah tempat dimana bisa menyebabkan banjir seperti selokan atau irigasi yang dangkal dan menyempit. Tidak adanya drainase di jalan dan kebiasaan buruk warga yang buang sampah sembarangan. Semua itu juga akan menjadi fokusnya dalam membangun Lampung kedepan,” ujarnya.
Masalah-masalah yang menyebabkan banjir juga tidak hanya ditanggulangi pemerintah kabupaten/kota. “Pemerintah Provinsi juga bisa melakukan pencegahan dengan melihat drainase di jalan provinsi. Pembangunan infrastruktur juga harus melihat lingkungan hidup sekitar. Jangan sampai pembangunan asal mengakibatkan jalan terendam saat musim penghujan,” ucapnya.
Arinal menerangkan bahwa penanganan banjir saat ini harus cepat dan tanggap dari semua elemen. “Kejadian banjir ini juga dikarenakan beberapa hutan yang ada di Provinsi Lampung telah gundul. Walhi Lampung yang menyatakan bahwa kerusakan hutan mencapai 65 persen membuat daerah resapan air atau penyangga air tanah tidak ada. Ini membuat air menjadi tak bisa dikendalikan,” paparnya.
Dia pun akan melakukan penanaman hutan kembali yang telah gundul bila diamanahkan untuk memimpin Provinsi Lampung kedepan. “Dalam visi misi saya juga akan fokus dalam pembangunan berwawasan lingkungan. Kita akan menjaga ekosistem hutan dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan pencegahan terhadap bencana banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.
Chusnunia Chalim menambahkan bahwa relawannya telah turun dalam memberikan bantuan terhadap korban banjir di Lampung Timur. “Kita bantu masyarakat Lampung Timur dalam meringankan beban mereka,” ujarnya.
Dia menuturkan kedepan akan lebih banyak melakukan edukasi ke masyarakat dengan menggandeng komunitas dan lembaga yang konsen terhadap lingkungan hidup. “Edukasi dilakukan untuk memberikan kesadaran dan pemahaman terhadap lingkungannya. Kalau hanya dari pemerintah saja tidak akan menyelesaikan masalah banjir maupun bencana alam lainnya,” terangnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR