LAMPUNG TENGAH (Lampost.co)---Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lampung mulai mengganggu belajar siswa. Pasalnya hingga hari sekolah tiba, banjir belum juga surut. Bahkan, hari belajar dimulai Selasa (6/3/2018), sementara kini sudah memasuki ujian tengah semester di beberapa sekolah.

Seperti yang dialami siswa-siswi SD Kampung Cabang, Kecamatan Bandarsurabaya belajar di tenda darurat mulai Selasa (6/3/2018). Pasalnya sejak dua pekan terakhir banjir merendam gedung sekolah.
Carik Kampung Cabang Widodo mengatakan para guru, aparat kampung, dan relawan berinisiatif mengajak anak-anak belajar di tenda darurat karena banjir yang merendam kampung tersebut, khususnya di gedung SD tidak kunjung surut. "Ini sangat memprihatinkan. Tetapi anak-anak rugi kalau sampai tidak sekolah," kata Widodo, kemarin.



Menurut Widodo, meskipun dengan berbagai keterbatasan, anak-anak tetap antusias belajar. "Mereka tetap semangat belajar di tenda darurat, walau serbaterbatas," kata dia.
Lain lagi kejadian di Lampung Selatan. Banjir kembali merendam puluhan hektare areal lahan persawahan di Desa Sukaraja, Palas. Ketua Kelompok Tani Rukun Tani Desa Bangunan, Palas, Soleh (38) mengatakan lahan pertanian di kelompoknya telah dua terendam banjir.

"Di areal lahan seluas 35 ha di hamparan sawah kami sangat rawan banjir. Sebab, di daerah lahan itu belum memiliki tanggul penangkis," kata dia saat ditemui di lahan miliknya yang terendam, kemarin.

Di Lampung Utara, lima desa di Kecamatan Abung Timur tergenang banjir aliran Way Rarem. Banjir itu pun melumpuhkan lima desa, yakni Desa Banjaragung, Bumiagungmarga, Pungguklama, Gedungnyapah, dan Penaganratu. Praktis jalan penghubung di desa-desa setempat ke arah Kabupaten Tulangbawang Barat lumpuh total.

Masyarakat pun masih bertahan di tempat pengungsian darurat yang dibuatnya sendiri. Bahkan, ada yang mengungsi di areal perkebunan sawit milik warga yang dianggap lebih aman. "Akses jalan saja sudah tidak dapat dilalui warga dan mereka masih bertahan di tenda-tenda darurat dibuat secara swadaya," kata Sekretaris Kecamatan Abung Timur Imron, kemarin.
Hal sama terjadi di Kecamatan Abung Surakarta, Kotabumi, dan Kotabumi Selatan.

Penyaluran
Pada bagian lain, Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung masih menunggu pengajuan penyaluran bantuan beras bagi korban banjir. Kepala Bulog Divre Lampung Muhammad Attar Rizal mengatakan hingga kini pemerintah daerah baik Dinas Sosial maupun BPBD belum banyak meminta penyaluran beras cadangan pemerintah di gudang Bulog.

"Prosedurnya bupati meminta surat permintaan kepada Bulog, karena setiap daerah punya pagu 100 ton per tahun sebagai beras cadangan pemerintah yang bisa digunakan untuk bencana alam dan lainnya," ujar dia, kemarin.

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR