KALIANDA (Lampost.co)--Luapan sungai Way Sekampung tidak hanya merendam ratusan rumah warga di dusun Umbulbesar, dan Paret 1, paret 2 dusun Kuala, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, namun juga puluhan hektare tambak udang tradisional dibantaran sungai itu luluh lantak. Para petambak mengaku kerugian mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta per hektare.
Yusuf (50), salah satu korban banjir yang menempati tenda pengungsian mengaku banjir tidak saja memaksa keluarganya menempati tenda pengungsian sejak Sabtu (10/3) lalu, namun banjir juga menyapu bersih ikan bandeng dan udang windu yang ada ditambaknya.
”Ikan bandeng dan udang windu yang di tebar bulan lalu di tambak seluas seherktare juga ludes dibawa banjir,” kata Yusuf di tanggul penangkis lokasi pengungsian korban banjir di Dusun Umbulbesar, Rabu (14/3/2018) sore.
Menurutnya, sekitar 50 hektar tambak udang tradisional milik warga di dusun Umbul Besar dan warga di paret 1 dan 2 dusun Kuala, desa Bandaragung yang berdekatan dengan bantaran sungai Way Sekampung ludes teredam banjir.
Tambak-tambak tersebut, ujarnya, ada yang sudah siap panen. Ada juga yang baru tabur benih Dan ada juga yang audah umur aatu bulan. “Kerugian petani tambak rata rata 5 sampai 10juta per hektar,” jelas  Yusuf.
Hal senada diungkapkan Munah (40), korban banjir lainnya. Menurutnya, banjir ini juga akan membuat pemilik tambak tradisional membutuhkan waktu lama untuk memperbaiki tanggul tanggul yang menjebol tambak disepanjang bantaran sungai way sekampung. Sementara hasil dari budidaya tambak udang satu satunya penopang kebutuhan hidup keluarganya.
“Pengalaman banjir tahun lalu membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk memperbaiki tambak,” ujarnya.
Setiap intensitas hujan cukup tinggi, ujar Munah, dusun umbul besar dan dusun Kuala, desa Bandaragung menjadi langganan banjir akibat luapan way sekampung. Ia berharap   pemerintah melakukan tindakan nyata, agar bencana ini tidak terulang lagi.

“Dari tahun 2008 pemerintah hanya membantu dan membantu kebutuhan korban banjir. Namun tidak mencegah luapan sungai way sekampung agar tidak merendam rumah dan tambak warga,” ungkapnya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR