BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ratusan peserta mengikuti seminar nasional dan focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan Forum Rektor Indonesia (FRI) dengan tema membangun karakter bangsa yang berdaya saing berlandaskan pancasila, di Gelanggang Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Sabtu (4/11/2017).

Menjadi narasumber pada seminar nasional dan FGD ini, yakni Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Muhammad Rizal, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad, staf Ahli Mendikbud bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman, dan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Rochmad Wahap.



Rektor UTI, Nasrullah Yusuf dalam sambutannya mengatakan seminar nasional dan FGD merupakan program kerja kelompok FRI diperuntukkan bagi para guru, mahasiswa, UMKM, dan semua yang berkepentingan dalam membangun bangsa.

"Kegiatan ini tidak hanya eksklusif untuk FRI saja, melainkan untuk seluruh anak bangsa di negara ini dalam membangun karakter bangsa," kata dia.

Kemudian, Ketua FRI, Suyatno menuturkan FRI lahir dari jaman reformasi secara konsisten mengawal permasalahan bangsa dan negara. "FRI merupakan sebuah paguyuban yang konsentrasi terhadap permasalah bangsa yang mendapat tempat  di negara ini," ujarnya

Ia mengatakn, FRI mempunyai 8 kelompok kerja yang dilakukan untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam membangun bangsa dan negara termasuk untuk membangun karakter bangsa.

"Pendidikan karakter sangat penting sebagai pemersatu anak bangsa di negara ini dengan satu komitmen yang kuat yang beretika dan berakhlak mulia. Kami akan melaporkan kepada bapak Presiden pada bulan Januari mengenai 8 Pokja untuk dijadikan kebijakan para menteri kerja kabinet dalam penguatan karakter bangsa," kata dia.

Asisten Bidang Administrasi Umum pemerintah Provinsi Lampung, Amarthoni Al Hadis mewakili Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dalam sambutannya mengatakan bangsa indonesia sedang giat membangun pada pembangunan manusia seutuhnya.

Ia mengatakan, terdapat aspek yang perlu diperhatikan sebagai wujud dapat dalam mengelola kehidupan yang berdaya saing dan unggul.

"Melalui Semnas dan FGD ini menjadikan provinsi Lampung dapat berdaya saing dan unggul sehingga bisa mengejar ketertinggalan sehingga menjadi sejajar dengan daerah lain," kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR