BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memperberat hukuman Ahmad Ubaidilah, oknum guru pondok pesantren di Lampung Selatan, dari 6 tahun menjadi 10 tahun pidana penjara atas kasus pencabulan terhadap beberapa murid laki laki di Ponpes tempatnya mengajar.

Humas PT Tanjungkarang, Jesayas Tarigan, mengatakan terdakwa menurut Hakim Tinggi PT Tanjungkarang, Muhammad Pauzie dan dua hakim tinggi anggot Sofiyan Syah dan Nyoman Supartha telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan memaksa anak melakukan perbuatan cabul  oleh tenaga pendidik beberapa kali.



"Menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun serta denda Rp1 miliar dengan ketentuan apa bila tidak dibayar diganti kurungan selama 4 bulan," kata J Tarigan melalui surat putusanya.

Ia menyebut, setelah hakim tinggi mempelajari secara seksama atas banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Negeri Kalianda, dan putusan PN Kalianda hakim tinggi sependapat jika terdakwa melakukan kekerasan memaksa anak melakukan perbuatan cabul oleh tenaga pendidik beberapa kali. Terdakwa selaku tenaga pendidik di pondok pesantren seharunya memberi contoh yang baik.
Terdakwa diketahui dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Kalianda dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider enam bulan, namun dalam putusan PN Kalianda terdakwa hanya dijatuhi hukuman 6 tahun atas dasar itu jaksa mengajukan banding.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR