BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sidang Kode Etik Tahap II atau Banding dari mantan Kapolsek Kalirejo, AKP ES ditolak.  Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol mengatakan, hasilnya banding ditolak, dan AKP ES tetap dikenakan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sidang tersebut dilaksanakan, pada Kamis (2/8/2018) lalu. "Sudah, bandingnya ditolak," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (8/8/2018).

Tetapi, keputusan PTDH tersebut tetap diserahkan ke Mabes Polri, apakah disetujui, atau ada pertimbangan lain, sehingga sanksi yang diberikan lebih ringan."Ya nanti di Mabes itu, rekomendasinya apa," kata mantan Kapolrestabes Bandung itu.



Menurut Yoyol, perbuatan asusila, dan narkoba, salah satu tindakan yang mencoreng citra Kepolisian, yang sedang terus berusaha untuk mengedepankan moto profesional, modern, terpercaya (Promoter). Karenanya, Sanski PTDH lah yang diambil.

"Karenanya, kalau Narkoba (red paka 3 kali terlibat), PTDH, kalau Bandar langsung PTDH, begitu pula asusia, kalau terbukti, sanksi berat kenanya, kata Wakapolda.

Sebelumnya, Setelah berlangsung selama dua hari, akhirnya sidang komisi kode etik yang digelar Bidpropam Polda Lampung, terkait dugaan perselingkuhan antara mantan Kapolsek Kalirejo, AKP ES dengan istri anak buahnya berinisial VK yang juga ASN Pemkab Pringsewu, membuahkan hasil.

Pada sidang lanjutan yang digelar Kamis (22/3) ruang Subbid Wabprof, Bidpropam Polda Lampung dari pukul 13.00-- 17.00, AKP ES divonis dengan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat.

Perkara tersebut awalnya ketika Bripka F memergoki sang istri bersama AKP ES, di rumah dinasnya, pada (5/3) malam, dan memvideokan sang istri. Kemudian dugaan perselingkuhan tersebut berdasarkan dilaporkan ke Bidpropam Polda Lampung dengan laporan polisi nomor LP : 391/III/2018/SPKT Selasa 6 Maret 2018.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR