BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dua terdakwa kasus korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) Ayu Septaria (mantan Bendahara SMP 24 Bandar Lampung) dan Ety Kurniasih (honorer) mengabulkan permintaan banding Jaksa Penuntut Umum Kejari Bandar Lampung.

Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang menjatuhkan vonis dua kali lipat lebih tinggi dari putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang yang sebelumnya memvonis keduanya selama 1 tahun enam bulan penjara. Alhasil, dua terdakwa tersebut divonis tiga tahun penjara.



Humas Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Jessaya Tarigan menjelaskan dari hasil pertimbangan dan musyarawah Majelis Hakim tinggi yang diketuai oleh hakim Muhammad Nurzzaman. Mereka memperbaiki putusan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang itu.

Menurut Jessya Tarigan, Majelis Hakim menerima banding Jaksa Penuntut Umum dan memperbaiki putusan itu. Dan vonis menjadi tiga tahun penjara. Putusan itu kata dia, tertuang dalam nomor berkas perkara 7/Pid.sus/Tpk/2018/PT.Tjk.

"Selain itu, hakim PT Tanjungkarang juga meminta Ayu dan Ety membayar uang pidana denda sebesar Rp50 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan," kata dia.

Diperberatnya putusan itu menjadi tiga tahun, kata Jessaya, lantaran Majelis Hakim dalam pertimbangannya menilai baik Ayu maupun Ety terbukti memenuhi unsur dalam dakwaan subsider Jaksa, yakni menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan perekonomian negara, unsur itu terpenuhi.

Majelis hakim tinggi dalam pertimbangannya, berkeyakinan kedua terdakwa memenuhi unsur Pasal 3 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah ke dalam UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR