BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pola hidup yang sehat harus diterapkan oleh masyarakat. Salah satunya dengan stop buang air besar sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF). Kota Bandar Lampung terus melakukan upaya untuk menuju ODF tersebut.

ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini.



Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung, dr Ria Sari mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk bergerak tidak membuang kotorannya disembarangan tempat. Pola hidup yang sehat harus diterapkan oleh masyarakat. "Di Bandar Lampung, ODF baru 1 Kecamatan yakni Raja Basa. Seluruh Kelurahan di Raja Basa ada sertifikasinya. Sementara itu di Kecamatan lain masih buang air besar sembarangan seperti disungai atau sanitasinya masih buruk," katanya saat talks show kesehatan di Sai Radio 100 FM News & Entertainment, Jumat (3/5/2019).

Ia mengatakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terus digerakan. Ada lima pilar dalam STBM tersebut yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengelolaan sampah rumah tangga yang aman, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.

"Kesadaran masyarakat masih rendah terkait SBS ini. Di Kota Bandar Lampung masih ada masyarakat yang buang hajat kesungai," kata Kepala Puskesmas Rawat Inap Satelit Bandar Lampung.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR