MOBIL balap merupakan salah satu jenis olahraga dan gaya hidup yang digandrungi orang berduit. Namun ada juga orang biasa yang nekat ingin ikut-ikutan kebut-kebutan di jalanan.

Dang wui kik aga main juk kheno, kanah cadang khepa (Janganlah kalau mau main seperti itu, nanti rusak bagaimana).



Seperti cerita seorang prajurit Amerika Serikat (AS) membuat keributan dengan membawa lari kendaraan lapis baja. Kendaraan itu dibawanya mengebut di sekitar lingkungan warga di Virginia. Alhasil ulah prajurit itu memicu perburuan luar biasa oleh pihak kepolisian.

Seperti dikutip kantor berita AFP, polisi bahkan mengejarnya yang mengebut kendaraan lapis baja itu di jalan tol. Polisi di Virginia pun tidak bisa mengerahkan alat khusus pemecah roda kendaraan, mengingat kendaraan ini memiliki roda dari baja.

Nay ya, khepa de aga nakhu ko tank no, layau de ana. Wat-wat gawoh (Iya, bagaimana akan menyetop kendaraan lapis baja itu, kacau juga. Ada-ada saja).

Situasi kejar-kejaran ini pun tampak seperti dalam adegan seri video game Grand Theft Auto. Kendaraan itu merusak jalanan bahkan menerobos lampu merah dengan polisi mengejar di belakangnya.

Polisi pun hanya bisa memacu kendaraannya di belakang kendaraan yang berwarna kuning itu. Kecepatannya saat itu diketahui mencapai 65 kilometer per jam dan memicu perhatian warga.

"Ini gila! Seseorang membajak sebuah kendaraan mirip tank dari Fort Pickett dan mengendarainya melintas apartemen kami," ujar warga melalui akun Twitter @ParkerSlay89, Rabu, 6 Juni 2018.

Sementara warga yang melintas, Kayleigh memberikan komentarnya kepada televisi WWBT: "Ini seperti game Grand Theft Auto, di saat sebuah tank mengebut di tengah kota.

Video game Grand Theft Auto merupakan game yang sukses dan memungkinkan pemainnya menciptakan kekacauan di tengah kota bahkan mencuri kendaraan serta melakukan kejahatan.

Mengenai insiden ini, petugas polisi Negara Bagian Virginia Sersan Keeli Hill memastikan bahwa kendaraan itu tidak dilengkapi senjata. Kendaraan itu dibawa dari markas Garda Nasional Virginia dan dibawa hingga ke ibu kota negara bagian, Richmond.

Saat kejar-kejaran, polisi akhirnya menutup bagian jalan tol. Menurut Hill hal tersebut menyebabkan prajurit itu menghentikan kendaraan lapis baja tersebut dan menyerahkan diri.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR