PRINGSEWU (Lampost.co)--Berhasil mengadang gerombolan perampok bersenjata api di Pringsewu, beberapa hari lalu, anggota unit Reskrim Polsek Pringsewu, Bripka Zultomi, Bripka David dan Bripka Budi Prastio mendapat penghargaan dari Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Penghargaan diberikan keberanian anggota unit Reskrim Polsek Pringsewu, Bripka Zultomi, Bripka David dan Bripka Budi Prastio atas keberhasilannya menghadapi gerombolan perampok bersenjata api di Pringsewu, Sabtu (30/9) lalu.
 "Ketiga anggota tersebut secara formal telah diberikan penghargaan secara tertulis dan tercatat berprestasi sebagai reward kepada personel pada upacara kesaktian Pancasila, Senin (2/10/17) di Polres Tanggamus" ungkap Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, di Polsek Pringsewu, Kamis (5/10/2017) sore.



Sementara itu, sebagai anggota Polri, Bripka Zultomi bersama 2 rekannya tersebut mengatakan tidak gentar dalam menjalankan tugasnya meskipun beresiko tinggi dengan nyawanya sebagai taruhan.
Saat kejadian, sebelum menghadapi situasi yang menegangkan, awalnya Bripka Zultomi sedang berada di Mapolsek Pringsewu.“Saat itu saya dikasih kabar ada orang yang mencurigakan memasuki rumah salah satu warga di Jalan Melati Kelurahan Pringsewu Timur, mendapat informasi tersebut lantas saya minta izin ke Kapolsek untuk melakukan pengecekan,” ujar Zultomi.

Setelah izin, Zultomi langsung bergegas bersama rekannya Bripka Rudi, saat dalam perjalanan dia sempat dihubungi David yang mengatakan jika para pelaku sudah memasuki rumah korban.
 Setibanya di TKP, Zultomi bersama kedua rekannya David dan Rudi bertemu warga inisial P dan C yang menunjukkan rumah korban.

Ketika badan saya masuk setengah di pintu gerbang, tiba tiba dua  pelaku keluar dari pintu depan dan salah satu pelaku mengeluarkan senjata api. “Yang pegang senjata (pistol) mengatakan ‘mati kau, mati kau, sambil membuang 3 sampai 4 kali tembakan ke arah saya,” ujarnya.

Melihat situasi tersebut,  Zultomi berupaya mundur satu langkah dua langkah, namun pelaku terus membrondong peluru ke arahnya, dan saat itu dia juga membalas tembakan ke arah pelaku yang sempat membuat pelaku gentar.“Kami baku tembak hanya dipisah pagar dan tembok,” kata dia.

Ketika kedua pelaku sudah di pintu gerbang posisi Zultomi sudah berada di tengah jalan dan tidak bisa berbuat apa apa sebab mau mundur posisi mobil jauh, kanan kiri tidak ada gorong gorong, di belakang mentok tembok gedung walet dan pagar bambu sehingga saat itu posisi mereka berhadap hadapan dengan jarak sekitar 8 meter.“Saya memutuskan untuk tetap di tempat dan melakukan perlawanan sambil berdoa ‘Ya Allah jangan sampai saya terkena, waktu saya balas menembak pelaku down sehingga tembakannya tidak terarah,” katanya.

Beberapa saat kemudian, kedua pelaku lari dan Bripka Zultomi kembali menembak ke arah pelaku, sayangnya pelurunya sudah habis. Kemudian Zultomi bersama tim II yang tiba di TKP di pimpin Kanit Sabara Iptu Ruzan terus melakukan pengejaran hingga ke jalan utama Jenderal Ahmad Yani. “Saat itu pelaku (Johar) sudah naik angkot dan menodong si sopir angkot pakai pistol, saya terus berlari mengejar sambil berteriak tangkap, tangkap, beruntung saat itu seorang pelajar membantu saya, dia membonceng saya dengan sepeda motor Mio miliknya mengejar pelaku,” paparnya.

Dalam pengejaran tersebut persisnya di depan hotel Urban, Zultomi kembali berhadapan dengan pelaku dalam jarak dua meter, namun pelaku tidak menembak melainkan terus menodong sopir angkot pakai pistol. “Mungkin pelurunya sudah habis sehingga tidak menembak saya,” katanya. Aksi kejar kejaran terhenti di depan bengkel Lang-lang Buana, Johar akhirnya dilumpuhkan bagian lehernya terkena peluru petugas.
“Saya ingin berterima kasih kepada pelajar yang menolong saya, dia memiliki keberanian yang luar biasa, sayangnya saya tidak kenal dan tidak tau dimana tempat tinggalnya,” ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR