KEMATIAN yang pasti datang dalam kehidupan mempunyai banyak sebab dan caranya. Namun bunuh diri menjadi cara paling buruk menyambut kematian.

Nah... mak buiman ya no (Nah... tidak beriman dia).



Salah satu kejadiannya seorang pengacara ternama asal Amerika Serikat (AS) tewas usai membakar dirinya di sebuah taman di New York. Aktivis hak homoseksual itu bunuh diri sebagai bentuk protes atas kerusakan yang dilakukan manusia terhadap bumi.

Surat kabar New York Times melaporkan sebuah pesan dikirim aktivitas itu ke kantor media massa itu. Dia mengaku menggunakan bahan bakar fosil dalam aksinya. Hal itu sebagai simbol atas apa yang menimpa planet ini. Diketahui dia juga menjadi petinggi Lambda Legal, lembaga yang memperjuangkan pernikahan gay di Negeri Paman Sam.

Kik kheno senangun adu mak buyun lagi pikekhanni iya no, wat-wat gawoh (Memang sudah tidak lurus lagi pikirannya dia, ada-ada saja).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR