BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Berbagai pihak menyoroti mengenai proses pencalonan anggota legislatif yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Usai melakukan verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon pada 1-7 Agustus 2017. Kemudian akan dilanjutkan dengan penyusunan dan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) pada 8-12 Agustus 2018.

Potensi main mata, lobi-lobi, deal-dealan khusus antara bakal calon anggota legislatif yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dengan penyelenggara pemilu menjadi sorotan tersendiri. Pihak KPU dituntut  transparan membuka seluruh informasi mengenai proses kepemiluan, khususnya pencalegkan.



Pengamat Hukum dan Politik Universitas Lampung, Yusdianto berpendapat penyelenggara seharunya mempunyai semangat untuk keterbukaan informasi publik terhadap penyelenggara pemilu. Semua caleg yang melakukan pendaftaran maka harus di buka secara transparan dan detail. Sehingga tidak ada dugaan-dugaan permainan yang bisa saja terjadi.

"Kita berharap penyelenggara harus menjalankan undang-undang dan regulasi yang ada secara transparan. Jadi publik harus diajak untuk menelusuri dan tracking serta komentarnya terkait caleg. Maka KPU harus mempublis siapa saja caleg yang ada," katanya kepada Lampost.co, Selasa (7/8/2018).
Ia mengatakan Bawaslu juga bukan sekadar hadir tapi memberikan catatan-catatan untuk proses pencalegkan. Sehingga proses pengawasan bisa berjalan melakat. Bawaslu juga harus mentraking siapa saja caleg-caleg yang tidak memenuhi syarat. Ia juga mengatakan potensi kongkalikong juga bisa saja terjadi apabila penyelenggara tidak transparan.

"Kalau diduga adanya terjadi kebohongan publik dan kongkalingkong, maka disitu Bawaslu harus tegas menjadi wasit dan menindak tegas," kata Akademisi Hukum Universitas Lampung ini.

Komisoner KPU Provinsi Lampung Divisi Teknis, Ahamad Fauzan mengatakan bahwa pihaknya menjamin bahwa dalam melakukan tugasnya, pihak KPU Provinsi Lampung profesional dan tidak melakukan upaya lobi-lobi, deal-dealan atau perbuatan pelanggaran kepada caleg yang ada. "Gak ada yang begitu. Kita jamin, gak ada deal-dealan khusus," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR