CEK Ida (39), pemilik toko oleh-oleh Pempek Cek Ida di Pasar 26 Ilir Palembang, Sumatera Selatan, pusing tujuh keliling melihat perkembangan usaha­nya belakangan ini. Hal itu terjadi setelah beberapa maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) menerapkan tarif bagasi untuk rute domestik. Pasalnya, omzet usaha empek-empeknya anjlok.

“Biasanya banyak yang beli oleh-oleh, sekarang turun 30%. Pembeli tidak mau keluarkan uang lebih untuk membayar bagasi,” kata Cek Ida, Sabtu (2/1/2019).



Pemilik Pempek Bang Ilham, Muhammad Yusuf (30), lebih nahas lagi. Dia mengaku tidak hanya pembelian langsung yang berimbas mengalami penurunan, tetapi pemesanan paket oleh-oleh pun sama. “Sekarang berkurang 50%,” keluh Muhammad Yusuf. Sebelumnya, maskapai bertarif rendah mulai menghapus layanan bagasi cuma-cuma (free baggage allowance) bagi para penumpangnya.

Langkah ini pertama kali diambil maskapai Lion Air dan Wings Air. Kedua maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group itu mulai mengenakan biaya tambah­an bagi para penumpang yang membawa barang lebih dari 7 kilogram. “Penumpang yang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2019 tetap memperoleh bagasi cuma-cuma 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air,” ujar Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/1/2019).

Langkah Lion Air dan Wings Air menghapus layanan bagasi cuma-cuma sedianya akan diikuti oleh maskapai Citilink. Namun, Citilink kemudian menunda kebijakan tersebut. Sejumlah kalangan meradang melihat kebijakan bagasi berbayar maskapai berbiaya murah. Komisi V DPR, saat rapat kerja dengan Kementerian Perhubungan, meminta pemerintah menunda pemberlakuan bagasi berbayar itu.

Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY Udi Sudiyanto mengatakan pengenaan tarif bagasi akan merugikan industri pariwisata. “Banyak teman yang mengeluh penjualan tiket dan tamu menurun,” ujarnya.

Tidak hanya kenaikan tarif bagasi, kenaikan tiket pesawat dan biaya kargo pun memukul multisektor di industri pariwisata Riau. “Sekarang anggota kami menawarkan tiket wisata ke Sumatera­ Utara dan Sumatera Barat dari Riau dengan menggunakan bus. Begitu juga wisata domestik sekarang beralih ke wisata negara tetangga,” kata Ketua DPD Asita Riau Dede Firmansyah.

Saat ini, kata dia, harga tiket pesawat dari Pekanbaru ke Jakarta rata-rata di atas Rp1 juta belum lagi bayar bagasi.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR