POPULASI badak sumatera di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat ini dalam keadaan sangat kritis. Potensi risiko kepunahannya sangat tinggi. Rencana repoduksi buatan harus dilakukan untuk menjaga populasinya. 
 
Penegasan ini disampaikan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indra Exploitasia, saat kunjungan ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary, Sumatera Utara, akhir pekan lalu. 

Langkah itu diambil, jelasnya, sebab badak susah berkembang biak karena hidupnya soliter. Bertemu pasangannya juga sulit karena jumlahnya sedikit. Jumlah satwa ini kurang dari 100 ekor.



Oleh sebab itu, aksi darurat sangat perlu dilakukan. Semua badak sumatra di Bukit Barisan Selatan akan ditangkapi dan dibawa ke suaka badak di Way Kambas untuk dikembangbiakkan secara buatan. “Pengembangbiakan buatan juga akan memanfaatkan bantuan teknologi. Targetnya meningkatkan 10% dari populasi yang ada saat ini,” kata dia. 

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR