JAKARTA (Lampost.co)--Kepergian bassis Band Kerispatih, Andika Putrasahadewa, meninggalkan pilu bagi kalangan musisi terutama kawan sejawatnya di grup band yang telah membesarkan namanya, Kerispatih. Lewat grup musik yang dibentuk sejak 2003 ini, Badai mengenal dekat sosok mendiang yang akrab disapa Dika.

"Saya kenal sama dia sudah 15 tahun. Sudah bukan kenal lagi, sudah kayak teman baik, saudara sendiri, ibaratnya," kata Badai, Rabu (11/4/2018).
Kepribadian Dika dikenal periang dan tekun di bidang musik. Permainan bas Dika juga dipandang impresif di mata Badai.



"Orangnya cukup periang buat saya. Fokus banget di bidang musik. Dia pemain bas yang bagus, dan selalu memberikan pendapat tentang lagu-lagu saya kalau saya sudah bikin lagu. Sekaligus teman-teman bercanda juga di Kerispatih, sudah tandeman saya kalau bercandaan," imbuh mantan kibordis Kerispatih bernama asli Doadibadai Hollo ini.
Dika dimakamkan pada hari Selasa, 10 April 2018 di TPU Utan Kayu Rawamangun, Jakarta Timur.
Dika sendiri diketahui sudah mengidap penyakit diabetes sejak 2004 silam. Kondisinya sendiri lambat laun dikabarkan membaik.
"Kalau diabetes memang sudah ada, dia dari 2004 memang sudah ada penyakit gula, tapi kalau untuk meninggalnya kenapa banyak faktor juga. Mungkin juga karena diabetesnya, tapi menurut orangtuanya, gulanya sudah normal, cuma saya enggak tahu juga karena meninggalnya di rumah," kata Badai.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR