BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Rumah duka almarhum Tyas Sanca Ramadhan (21), warga Jl. Raden Saleh, Way Huwi, Lampung Selatan, masih ramai. Bukan hanya di dalam rumah, tapi tamu juga memenuhi halaman rumah dan depan rumahnya. Jenazah tiba dari RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung pukul 21.30.

Tyas sempat koma saat dibawa ke RS Imanuel, namun ketika dibawa di RSUDAM ia menghembuskan nafas terakhirnya. Ketika itu, sang ayah Asnawi berada di depan rumah. Asnawi langsung dikerumuni oleh rekan-rekan almarhum, dari SMA Negeri 5, mahasiswa dari Itera, tetangga dan kolega ayahnya. Mereka bergiliran memeluk Asnawi dan mengucap belasungkawa. "terimakasih ya sudah datang," kata Asnawi dengan wajah tegar.



Menurut cerita salah satu keluarga, Tyas merupakan anak tertua dari empat bersaudara. Pantauan lampost.co di rumah duka jenazah sedang dibacakan yasin kemudian dimandikan. "(Jenazah) Akan dimakamkan di makam keluarga depan SD 1 Way Huwi," kata salah satu anggota keluarga yang enggan disebut namanya.

Wahyu (20), salah satu sahabat Tyas di SMA Negeri 5 menceritakan, Tyas memang dikenal sebagai sosok yang pendiam. "Ia baik, kalau kumpul sama teman-teman dia memang paling pendiam," paparnya.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR