Jakarta (Lampost.co) -- Pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat menguat tipis. Pelemahan USD menjadi salah satu keuntungan tersendiri bagi rupiah.

Mengutip data Bloomberg, Senin (5/3/2018), rupiah dibuka menguat ke level Rp13.747 per USD. Gerak rupiah pun terus menguat hingga 18 poin atau setara 0,13 persen ke posisi Rp13.739 per USD.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, rupiah sempat parkir di level Rp13.757 per USD. Rentang gerak rupiah pada perdagangan pagi ini berada di level Rp13.737-Rp13.754 per USD dengan year to date (ytd) return sebesar 1,49 persen.

Sementara itu, mencatat data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp13.736 per USD. Rupiah menguat hingga 17 poin atau setara 0,12 persen.

‎Analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengimbau investor tetap mencermati dan mewaspadai masih adanya pelemahan lanjutan bagi rupiah.

Dia memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.766 per USD, sedangkan posisi resisten akan bergerak di Rp13.745 per USD.

"Gerak mata uang Garuda masih cenderung melanjutkan pelemahannya, seiring sempat kembali menguatnya laju USD," tutur dia dalam dalam riset hariannya, Senin, 5 Maret 2018.



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR