JAKARTA (Lampost.co) -- Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi di awal pekan terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di akhir pekan lalu di Rp13.362 per USD. Sentimen positif diharap bisa terus berdatangan guna memperkuat reli nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Senin 21 Agustus 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.357 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.357 per USD hingga R;13.360 per USD dengan year to date return di minus 0,82 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.149 per USD.



Di sisi lain, bursa Amerika Serikat (AS) diwarnai oleh sentimen politik di mana keluarnya Steve Bannon dari jajaran penasihat Trump dinilai positif oleh pasar karena beliau dianggap tidak pro kepada pasar. Adapun kondisi itu diharapkan tidak memberi efek negatif, termasuk kepada pergerakan pasar modal di Indonesia.

"Namun, banyaknya penasihat Trump yang keluar akhir-akhir ini masih memberikan tanda tanya terkait kemampuan Trump merealisasikan agenda ekonominya. Bursa AS ditutup agak melemah pada Jumat lalu," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup relatif datar pada Jumat lalu dengan foreign net sell mencapai sebesar Rp270 miliar di pasar reguler. Melihat EIDO yang menguat dan beberapa bursa pagi ini juga meningkat, IHSG diperkirakan berpeluang menguat hari ini.

Analis Samuel Sekuritas Muhamad Makky Dandytra menambahkan, IHSG berhasil membuat all time high di 5.912 (sebelumnya 5.910) namun technical analyst belum melihat new all time high tersebut sebagai hal yang positif. IHSG lebih terlihat gagal breakout resistance all time high.

"
Namun potensi IHSG untuk kembali naik dan membentuk new all time high yang lebih meyakinkan masih ada. Perlu diwaspadai penurunan IHSG di bawah 5.840," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR