BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) Provinsi Lampung telah memasuki musim kemarau dibulan Mei hingga November 2018 mendatang. Namun, diawal musimnya panas tersebut terdapat gangguan cuaca di Samudra Hindia sebelah Barat pulau Sumatera yang membuat turun hujan dalam tiga hari kedepan.

Kepala Seksi Data, Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, Rudi Harianto menjelaskan pertengahan bulan Mei 2018 telah memasuki musim kemarau. Diperkirakan puncak musim panas terjadi pada September dan berakhir pada November. "Akhir Mei ini awal musim kemarau," kata dia kepada Lampost.co, Selasa (25/5/2018).



Menurutnya, di awal musim kemarau ini masih tetap diwarnai dengan hujan. Hal tersebut disebabkan gangguan cuaca di sebelah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera ada konvergensi, yaitu pusaran angin di atmosfer yang menyebabkan belokan angin di wilayah Sumatera.

"Konvergensi itu membuat awan yang terbawa angin dari laut Jawa masuk di Lampung, sehingga keterlambatan pergeseran awan dan sampai tiga hari kedepan masih berpotensi hujan intensitas lebat disertai angin kencang. Kewaspadaan harus tetap dijaga pada jalan licin dan pohon tumbang," ujarnya.

Kendati demikian, saat Lebaran dan malam takbiran 15-16 Juni mendatang diperkirakan akan terdapat cuaca yang cerah berawan. "Saat Lebaran prediksinya secara global diperkirakan cerah berawan, karena dilihat dari musimnya yang sudah masuk kemarau," ujarnya.

Dia melanjutkan, gangguan secara global dengan adanya efek El Nino diprediksi belum akan terjadi. Sebab, potensi pemanasan suhu permukaan air laut masih sangat lemah. "Gangguan iklim belum terlihat. Kalau perkiraan musimnya masih normal seperti biasa," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR