KALIANDA (Lampost.co)--Memasuki pekan kedua pada awal 2019, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kabupaten Lampung Selatan mulai merangkak naik. Meskipun ada kenaikan, stok barang terpantau normal.

Berdasarkan informasi dari para pedagang di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Pematangpasir dan Pasar Sripendowo di Kecamatan Ketapang. Lalu, Pasar Sukarandek di Kecamatan Sragi dan Pasar Bakauheni, Minggu (13/1/2019), harga barang kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik yakni beras, telur, terigu, dan minyak goreng curah.



Harga beras medium dari harga Rp10 ribu menjadi Rp10.300—Rp10.500/kg, terigu biasa dari Rp145 ribu menjadi Rp150 ribu per sak atau harga eceran dari Rp6.000 menjadi Rp7.000/kg. Kemudian, minyak goreng curah tanpa merek dari Rp9.000 menjadi Rp10 ribu/kg, dan telur ayam ras dari Rp23 ribu menjadi Rp25 ribu/kg.

"Sejak tiga hari lalu, empat jenis barang kebutuhan pokok ini mulai beranjak naik," kata Tino (40), pedagang kelontongan di Pasar Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Minggu (13/1/2019).

Ia mengaku bingung penyebab kenaikan harga barang kebutuhan pokok tersebut, sebab persediaan barang cukup banyak di tingkat pedagang. "Yang jelas, saat pedagang distributor masuk pasar harganya naik, sehingga kami terpaksa menyesuaikan harga penjualan kepada konsumen," kata Tino.

Hal senada diungkapkan Parti (45), pedagang kelontongan di pasar tradisional Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang. Sebenarnya kenaikan harga berbagai jenis barang kebutuhan saat ini merugikan pedagang. Ia mengaku omzet turun karena daya beli masyarakat berkurang.

“Sejak harga naik, omzet turun sekitar 25%. Sebab, konsumen mengurangi pembelian pada bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan,” ungkapnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR