MESUJI (Lampost.co)--Buntut dari tidak diperbolehkannya wartawan di Kabupaten Mesuji meliput rapat Dinas PUPR setempat beberapa waktu lalu, seluruh awak media setempat melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor dinas tersebut, Kamis (14/3/2019).

Demo tersebut dimulai pukul 14.00. Wib. Rombongan wartawan dari beberapa media dan organisasi mendatangi kantor PUPR. Aksi protes dilakukan dengan meletakkan kartu identitas dan alat kerja lain berupa kamera di halaman dinas tersebut.



Poin tuntutan kepada dinas PUPR agar meminta maaf kepada insan pers atas sikap tertutup terhadap wartawan saat ada kegiatan. "Rapat kemarin diunggah akun resmi Humas Pemkab Mesuji. Sebagai bagian dari kegiatan yang terbuka untuk umum. Tapi pada hari H, kita tidak boleh ikut dalam rapat," ujar Plt. Sekretaris PWI Mesuji, Agung. 
Selain permintaan maaf, Ketua Wartawan Oline Mesuji, Herman BG, meminta kadis PU Mesuji kedepan terbuka untuk pers. 

Sebelumnya,Rapat Dinas PUPR menggelar rapat di ruang rapat kantor bupati setempat pada Selasa (12/3) lalu.
Rapat dimulai pukul 09.30 wib. Dihadiri Plt. Bupati Mesuji, H. Saply TH, Kepala Inspektorat, Indra Kesuma dan seluruh pejabat dan staf Dinas PUPR Mesuji.

Sesaat sebelum rapat beberapa awak media sempat ikut masuk ke ruang namun tiba-tiba staf protokol mengumumkan bahwa rapat tertutup. "Maaf, rekan-tekan pers, saya beri waktu 5 menit untuk ambil gambar, karena rapat ini internal," ujar staf protokol.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR