BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pascademo dari sopir angkutan konvensional yang disertai  sweeping dan perampasan helm serta atribut ojek online di Bandar Lampung beberapa waktu lalu, para driver Gojek beroperasi tanpa menggunakan atribut.

Pantauan Lampost.co di beberapa jalan Kota Bandar Lampung, Kamis (21/9/2017),  nampak para driver tidak menggunakan jaket dan helm seragam ojek online (Gojek) yang biasa digunakan. Mesikupn demikian ada beberapa driver masih menggunakan helm atribut namun tak banyak.



Seperti di dua jalur masuk ke Universitas Lampung, Kamis (21/8/2017) siang, biasanya di beberapa titik di sebelah kanan dan kiri jalan tersebut ramai para driver mangkal menunggu order. Namun saat ini tidak terlalu banyak driver, bahkan tidak satupun menggunakan atribut hijau tersebut.

Khoirul (20), seorang driver ojek online mengaku tetap narik meski sedikit khawatir atas aksi anarkis yang dilakukan oknum sopir angkot konvensional.

Dia mengaku bertepatan dengan demo, Selasa (19/8) lalu, dirinya sempat jadi bulan bulanan beberapa pemuda yang menaiki mobil angkot. "Mereka rame naik mobil angkot tapi pakai helm Gojek, sepertinya hasil rampasan dari driver Gojek. Saat itu mereka jerit jerit nunjuk saya sambil bilang itu gojek itu gojek, saya langsung tancap masuk gang, saat itu saya bawa penumpang anak SMP, kasian penumpangnya ketakutan. Tapi saya tenangin, saya bilang gak papa tenang aja, akhirnya kami lolos," kata Khoirul kepada Lampost.co.

Atas peristiwa itu dia mengaku khawatir sekali, untuk itu dia tidak menggunakan atribut dan selalu waspada saat ada sesuatu yang mencurigakan. "Hindari sajalah, cari damai," kata dia.

Berbeda dengan Khoirul, Anggri yang juga driver ojek online mengaku tidak khawatir atas perisitiwa anarkis tersebut. Menurut dia narik seperti biasa tetap ia lakukan setiap hari. "Kalo gua nangapin nya sih biasa aja ya, kalo takut itu sih gak ya, kalo narik ya tetep narik," kata dia.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR