PEBULUTANGKIS nomor tunggal putri U17, Tasya Farahnailah, berhasil memberikan kejutan pada babak final turnamen Jaya Raya Yonex Sunrise Grand Prix 2019. Melalui persaingan sengit, dirinya berhasil meraih medali emas setelah membungkam atlet asal Hongkong, Cheng Sin Yan Happy Serena, dengan skor 21-13 dan 21-17. 
 
Ini sekaligus menjadi catatan rekor tersendiri bagi Tasya, sebab untuk pertama kalinya, dia berhasil memenangkan turnamen tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2018 dia hanya mampu mencapai babak semifinal setelah dikalahkan oleh Pitchamon Opatniput dengan skor 18-21 dan 12-21.

Pada gim pertama, Tasya berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Hal itu tidak terlepas dari kesalahan yang sering dilakukan Cheng, dimana pukulan bolanya selalu out. Namun, saat memasuki gim kedua, pola permainan Cheng langsung berubah. 
 
Dia berhasil membalikkan keadaan pada menit-menit awal gim kedua. Bahkan, dia mampu bermain seimbang melawan Tasya. Alhasil, kejar-mengejar angka tidak dapat dihindari. Beruntung Tasya berhasil mengatasi permasalahan, sehingga dia mampu memastikan kemenangannya. 
 
“Gim kedua sulit, saling kejar mengejar. Soalnya pas diakhir-akhir itu inginya cepat-cepat selesai, tinggal dikit lagi. Alhamdulillah, bisa menang,” ungkap pebulutangkis kelahiran tahun 2004 tersebut. 
 
Melihat hal itu, Tasya menyadari bahwa masih ada yang kurang dari pola permainanya. Dia mengaku harus melatih mental dan lebih menguatkan kekuatan pukulannya. 
 
Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih PB Jaya Raya, Taufiq Hidayat Akbar. Dia menilai meskipun dapat meraih hasil positif, tetapi Tasya masih memiliki kekurangan dalam hal pukulannya.  



“Alhamdulillah penampilannya di final sudah bagus. Namun tadi dia sempat menurun, terutama di serangan-serangannya. Dia harus meningkatkan fisik dan powernya,” ujarnya. 
 
Tidak hanya di nomor tunggal putri U17 saja, PB Jaya Raya juga mampu mendulang medali emas di nomor tunggal putra U17. Keberhasilan itu didapat setelah Muhammad Sultan Nurhabibu Mayang mampu membungkam pebulutangkis asal Malaysia, Justin Hoh Shou Wei dengan skor 21-14 dan 23-21.

Bukan perkara mudah bagi Sultan untuk dapat meraih kemenangan tersebut. Sebab Justin mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit pada gim kedua. Dia mampu membuat Sultan kewalahan dengan bermain poin secara deuce.

Padahal pada gim pertama Sultan mampu menangani perlawanan Justin dengan sangat baik. Dia dapat dengan mudah mengatasi tembakan-tembakkan tajam yang dikeluarkan oleh lawannya.

“Kesulitan di poin akhir, soalnya dia mampu keluar dari strategi saya. Sebaliknya saya justru terbawa oleh strategi dia di akhir gim kedua. Saya harus tingkatkan fokus dan pola permainan saya,” ungkapnya.

Selain kedua pebulutangkis tersebut, wakil PB Jaya Raya di nomor ganda putra U15, Jonathan Farel Gosall/Adrian Pratama, juga mampu mendulang hasil yang sama. Jonathan/Adrian berhasil membuktikan kemampuannya setelah melewati pertarungan melawan sesama wakil Indonesia, Muhammad Al Farizi/Yuke Gamereza Radjasa. 

Pada laga itu, Jonathan/Adrian yang menjadi unggulan pertama dapat menuntaskan pertandingan dengan mudah melalui dua gim langsung. Mereka mampu meraih keberhasilan setelah unggul dengan skor 21-17 dan 23-21.
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR