KRUI (Lampost.co) -- Banyaknya lahan sawah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menjadi masalah bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani, terlebih pada pertanian sawah.  

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pesibar Jalaludin, melalui Sekretaris Distan Amir Hakim mengatakan untuk mengatasi banyaknya lahan sawah warga yang mengalami kekeringan, terutama pada lahan sawah tadah hujan sangat bergantung pada kondisi cuaca alam.



"Bantuan alat mesin pertanian seperti pompa air menjadi solusi bagi petani agar lahan sawahnya tidak mengalami kekeringan sangat parah atau bahkan sampai puso. Bantuan mesin pompa air disalurkan ke petani melalui poktan atau gapoktan," ujar Amir Hakim di ruang kerjanya, Selasa (22/5/2018).

Setiap tahunnya, kata dia, Distan Pesibar menyalurkan alat mesin pertanian ke petani di Pesibar, atas usulan akan keperluan mesin pertanian dari poktan ke Dinas, lalu Dinas menyampaikan ke pemerintah provinsi, kemudian bantuan alat mesin pertanian dapat disalurkan.

"Tiap tahunnya selalu ada bantuan alsintan disalurkan ke petani. Sebab itu juga dari usulan bantuan yang telah masuk ke dinas, poktan dan gapoktan. Kemudian kita sampaikan ke provinsi. Setelah kita terima, baru dapat disalurkan ke petani," kata dia.  

Pihak Dinas menghimbau kepada petani yang lahannya berpotensi terjadi kekeringan,  agar mengusulkan alsintan pompa air untuk meminimalisir terancamnya lahan sawah gagal tanam atau panen.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR