BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Menjaga kebugaran tubuh saat menjalani ibadah puasa, tubuh tetap perlu memiliki asupan vitamin yang berimbang. Apalagi untuk seorang olahragawan atau atlet. Suplemen atau makanan tambahan sangat dibutuhkan agar asupan gizi selama Ramadan tetap berimbang dan terpenuhi.

Pelatih Senam Ragunan Lampung, Apriyanto mengatakan pola latihan atlet di bulan suci Ramadan tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Terlebih banyak kejuaraan-kejuaraan yang akan dihadapi setelah Ramadan, diantaranya Asean School di Malaysia. Sehingga latihan atlet wajib dilakukan meskipun kondisi badan sedikit menurun.



"Disini saya berpesan kepada anak-anak, agar mengatur pola makannya, dan yang terpenting adalah harus ada asupan vitamin itu lebih bagus. Sehingga di jam-jam yang krusial dan waktu latihan tidak kehabisan tenaga," kata Apriyanto kepada lampost.co, Jumat (18/5/2018).

Apri pun mengungkapkan, bagi atlet senam, sesi latihan di bulan Ramadan sebenarnya lebih bagus dibanding hari-hari biasa. Sebab kondisi badan akan semakin ringan dan memberikan kemudahan bagi atlet untuk melakukan gerakan.

"Dari sini, saya juga memberikan kebebasa dan tidak memaksa mereka untuk berlatih dengan sistem yang seperti biasanya. Makanya perlu asupan vitamin," ujarnya.

Mengenai jam latihan, dirinya mengaku selama di bulan Ramadan, tim pelatih telah sepakat mengurangi jam berlatih, yang semula pagi 2 jam dan sore 3 jam setengah. Menjadi, pagi 1 jam setengah dan sore 2 jam. "Harapan kami, waktu berlatih yang diubah tidak mengganggu hasil latihan. Dan selama ini tidak pernah terjadi perubahan yang signifikan," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR