WAY KANAN (Lampost.co) -- Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Way Kanan yang tidak hadir pada hari pertama setelah libur hari raya idul fitri 1439 H, akan diberikan sanksi teguran hingga pemotongan tunjangan kinerja (tukin).

Hal itu ditegaskan, Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Saipul, Kamis (21/6/2018), saat dikonfirmasi terkait tingkat kehadiran ASN dilingkungan pemerintah kabupaten setempat.



Ia mengatakan bahwasannya bagi ASN yang tidak hadir setelah libur panjang hari raya idul fitri 1439 H, akan diberikan sanksi yang tegas berupa teguran bahkan sanksi pemotongan tukin. "Apabila tidak hadir karena alasan yang sah dapat kita maklumi, tapi jika tanpa keterangan, maka akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Way Kanan, Gantina, menjelaskan bahwasannya untuk tingkat kehadiran pegawai dilingkungan pemerintah Kabupaten Way Kanan kurang lebih sekitar 87%.

"Perhitungan ini telah dilakukan keseluruhan hingga sampai ketingkat kecamatan. Mengingat adanya pegawai yang mengambil cuti tidak masuk kerja dan ada juga alasan pegawai tidak masuk kerja adalah karena sakit, tugas belajar, izin dan lainnya," terangnya.

Sementara itu untuk Kantor Dinas yang 100% tingkat kehadirannya sebanyak tiga Dinas. Pertama Dinas Lingkungan Hidup, Kantor Kesbangpol dan Korpri Kabupaten Way Kanan, ungkapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR