BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kontruksi jalan tol trans-Sumatera (JTTS) saat ini masih terus dikebut. Namun, target penyelesaian yang masih jauh dari target membuat dukungan untuk Asian Games pada Agustus 2018 mendatang belum dapat digunakan dalam kegiatan besar olahraga se-benua Asia itu.

Asisten II Pemerintah Provinsi Lampung Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat menjelaskan pada awalnya target pembangunan JTTS untuk mendukung perhelatan Asian Games. Namun, melihat realisasinya yang memiliki banyak kendala membuat mundur dari target.



"Jalan tol Bakauheni-terbanggi Besar masih ada beberapa ruas yang masih belum selesai dan dilewati sama sekali, karena lahannya masih belum dibebaskan dan jembatan juga belum selesai," kata Taufik kepada Lampost.co, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, dengan kondisi kontruksi yang masih banyak belum terselesaikan maka Asian Games tidak sepenuhnya dapat didukung jalan tol. "Asian Games kan 8 Agustus dan yang digunakan juga sampai Palembang dan kondisinya belum tersambung. Jadi harus dimundurkan targetnya. Mudah-mudahan akhir tahun bisa selesai," ujarnya.

Untuk diketahui, kontruksi JTTS saat ini telah mencapai 65 persen. Angka tersebut masih jauh dari target untuk mendukung Asian Games Agustus 2018 mendatang.

Pimpinan Proyek JTTS Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Bambang Eko mengatakan saat ini masih ada 12 bidang lahan yang belum terbebaskan lahannya, yaitu di Terbanggi Besar, Gunung Agung, dan Terusan Nunyai di lahan tahap I.

Sementara di lahan tahap II, masih terdapat 126 bidang yang tersebar di Menggala, Bandar Agung, dan Pagardewa. Sementara di PPK lahan III ada 110 bidang di Way Serdang dan Simpang Pematang. “Terget bebas lahan 100 persen dibulan Juli. Kita koordinasi dengan semuanya mudah-mudahan selesai proses konsinyasinya,” kata Eko.

Menurutnya, pada pengerjaan fisik kontruksi masih baru terselesaikan 65 persen dari total jalan tol sepanjang 112.36 km. “Dibutuhkan kerja keras untuk menyelesaikan JTTS wilayah kedua Lampung. Sebab, masih banyak persoalan terutama soal pembebasan lahan,” ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR