BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Rakernas DJKN) tahun 2018 di Novotel, Bandar Lampung 18-20 Juli. Kegiatan yang pertama kali dihelat diluar Jawa dan Bali itu akan mendiskusikan revaluasi aset negara dan pengupayaan percepatan sertifikasi barang milik negara (BMN) tahun 2019.

Kepala Bidang Penilaian DJKN Lampung dan Bengkulu, Yuliadi Purawibawa rakernas yang digelar selama tiga hari itu akan diawali dengan pembahasan revaluasi aset negara dan pengupayaan percepatan sertifikasi barang milik negara (BMN) tahun 2019.



Dimana, hingga 31 Desember 2017 lalu, nilai aset tetap BMN secara nasiona tercatat Rp2034,8 triliun (sebelum revaluasi) dan Rp4450 triliun (setelah revaluasi. Sementara aset pada DJKN Lampung dan Bengkulu sebesar Rp80,6 triliun.

"Untuk Lampung aset tetap yang tercatat sebesar Rp60,7 triliun dan Bengkulu sebesar Rp19,8 triliun. Rakernas ini juga diawali dengan KPKNL Bandar Lampung dan Metro yang menyelenggarakan mini laboratorium untuk mengenalkan DJKN dan menggali permasalahan yang ditemui masyarakat," kata dia.

Menurutnya, aset tetap itu yang digunakan untuk keperluan umum, seperti gedung pertemuan yang dibangun menggunakan uang negara. "Pengelolaan BMN itu mungkin ada sedikit perubahan yang sesuai dengan prosedur," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR