BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengrusakan aset di Jalan Duku, Kelurahan Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung akan berbuntut panjang. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang melaporkan kasus tersebut ke Polresta Bandar Lampung. Atas aduannya, aparat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

Pantauan Lampost.co, petugas Inafis Polresta mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 14.30 dan mengidentifikasi kejadian dengan memfoto bekas-bekas aset PT KAI yang dirusak. Sementara, seng yang berhamburan dibawa ke Mapolresta.



Deputi Divisi Regional IV Tanjungkarang, Asdo Artiviyanto mengatakan pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta agar dapat diusut tuntas dan menjadi pembelajaran atas tanah milik negara harus dijaga setiap pihak. "Kami melaporkan beberapa kronologis," kata Asdo.

Menurutnya, pengrusakan itu berupa seng yang digunakan untuk menutup bangunan dibongkar serta mencabut dan mematahkan plang nama yang menunjukkan tanah tersebut milik aset kereta api. "Kalau dari kami ini sebuah tindakan pengancaman. Walaupun petugas kami tidak ada yang terluka, tetapi ada adegan tarik menarik dan dorong mendorong," tuturnya.

Satu bidang aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang di Jalan Duku, Kelurahan Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung dirusak puluhan warga sekitar pukul 10.30, Selasa (3/7/2018).

Baca Juga:

Puluhan Warga Rusak Aset dan Intimidasi Pegawai PT KAI

Puluhan orang yang tidak dikenal membongkar pagar seng pada rumah berukuran 16x8 meter yang telah disegel Badan Usaha Milik Negara tersebut dan merusak plang nama bertulis tanah milik PT KAI. Pengrusakan itu diikuti dengan tindakan intimidasi kepada pegawai KAI yang berada di MES dengan kata-kata kasar.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR