KALIANDA (Lampost. co)  -- Bersamaan dengan ujicoba layanan kapal eksekutif dengan keberangkatan melalui dermaga premium di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni pada Rabu (15/8/2018), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga akan menyelenggarakan tiket kapal feri secara elektronik.

Tahap awal pemberlakuan pembayaran tiket nontunai tersebut masih berlaku untuk penumpang jalan kaki,  kendaraan roda dua, dan kendaraan golongan IV (pikup,  sedan dan mini bus). 



Manager Usaha PT ASDP cabang Bakauhseni Sugeng Purwono mengatakan, ASDP mulai  Rabu (15/8) akan menerapkan sistem pembayaran tiket kapal feri dengan uang elektronik. Tahap awal hanya berlaku bagi penumpang jalan kaki,  sepeda motor dan kendaraan roda empat. 

“Empat bank milik BUMN yang akan digunakan untuk pembelian tiket  elektronik kapal feri. Yakni uang elektronik Brizzi milik Bank BRI, Tap Cash dari BNI, E-Money dari Bank Mandiri, dan BLink milik Bank BTN, “ kata Sugeng kepada lampost. co,  Selasa (14/8/2018) malam. 

Pemberlakuan uang elektronik yang tertuang pada Nomor 35/ASDP-VIII/2018 itu, ujarnya, akan membuat pengguna jasa lebih mudah, cepat, aman dan nyaman dalam membeli tiket penyeerangan kapal feri.

“Durasi transaksi tarif tiket non tunai hanya sekitar 25-30 detik. Waktu akan lebih cepat karena petugas tiket tidak akan mengembalikan uang saat beli tiket, “ jelas Sugeng. 

Dengan pembayaran tiket kapal non tunai tersebut, pendapatan penyeberangan akan lebih optimal,  manifest dan pencatatan data transaksi keuangan menjadi lebih valid. 

“Penyelengaraan tiket kapal feri dengan uang elektronik juga akan berdampak pada transparasi transaksi keuangan, “ pungkasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR