KALIANDA (Lampost.co)--Untuk mendukung layanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah 30 unit mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk layanan uang elektronik di Pelabuhan Bakauheni. 

Selain untuk meningkatkan layanan penjualan tiket dengan sistem pembayaran nontunai (cashless) yang diluncurkan sejak Agustus 2018,  kata Hasan Lessy, General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, 
Penambahan mesin EDC ini juga untuk antisipasi lonjakan penumpang saat angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.



“Dengan tambahan tersebut, kita memiliki 54 unit mesin EDC. Adapun layanan nontunai ini bekerjasama dengan Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), E-Money (Mandiri), serta BLink (BTN). Metode pembayaran ini berlaku untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan mobil pribadi “ kata Hasan Lessy  melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/12/2018) malam.

Ia  menambahkan program cashless ini secara bertahap akan diterapkan kepada seluruh pengguna jasa kapal ferry. Sebab menurutnya, transaksi digital ini lebih mudah, cepat, aman dan nyaman.

“Untuk pengguna jasa yang tidak memiliki kartu uang elektronik atau tidak memiliki saldo yang cukup,  kami menyiapkan  tempat untuk penjualan kartu sekaligus tempat top up di area loket penumpang pejalan kaki dan kendaraan,” pungkasnya.

Selain di Pelabuhan Bakauheni, 3 pelabuhan peny3berangan yang dikelola ASDP juga mendapat penambahan mesin EDC. Ketiganya yakni Pelabuhan Merak mendapat tambahan 46 unit mesin EDC, 19 unit untuk Pelabuhan Ketapang, dan 25 unit untuk Pelabuhan Gilimanuk.

Selain menambah mesin EDC untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jalan kaki dan kendaraan pada libur akhir tahun, PT ASDP juga menambah enam loket portable untuk melayani penjualan tiket kendaraan roda dua. Lolet portable bisa dipindahkan dengan cepat. 

Menurut Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifullahil Maslul Harahap, loket tiket roda dua dari satu ditambah enam enam loket portable menjadi 7 loket pejualan tiket kendaraan roda dua. Sedangkan loket kendaraan roda empat keatas dari 8 loket menjadi 10 loket. Kemudian menambah loket penumpang pejalan kaki dari 5 menjadi 10 loket. 

“Sementara dari 68 armada yang ada, sekitar 29-30 kapal beroperasi setiap harinya,” tutupnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR