KALIANDA (Lampost.co) -- Memasuki hari kedelapan gelombang pasang tsunami menerjang selat sunda, arus penyeberangan penumpang di pelabuhan Bakauheni menjelang libur tahun baru 2019 mengalami penurunan sekitar 6 persen. Sedangkan untuk kendaraan meningkat sekitar 1,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Humas PT ASDP cabang Bakauheni Saifullahil Muslal Harahap mengungkapkan aktivitas penyeberangan pada angkutan Natal 2018 dan tahun baru 2019 menurun hingga memasuki hari kedelapan bencana tsunami melanda selat sunda. Padahal, ujar dia, pelayanan kapal feri lintas Bakauheni-Merak berjalan normal sampai saat ini. “Hari ini 27 kapal yang beroperasi, dengan layanan 6 dermaga sandar. Termasuk dermaga III yang sempat kami tutup sudah dibuka mulai hari ini. Namun arus penumpang dan kendaraan normal normal saja. Tidak ada lonjakan penumpang jelang libur pergantian tahun,” kata Saiful kepada Lampost.co, Minggu (30/12/2018).



Ia menjelaskan, sejak Kamis (20/12/2018) hingga Minggu (30/12/2018) pagi ini, sebanyak 275.040 penumpang pejalan kaki dan didalam kendaraan menyeberang ke Merak, Banten. Jumlah tersebut, ujarnya menurun sekitar 6 persen dibandingkan dengan jumlah jumlah penumpang pada periode sama tahun lalu yang mencapai 281.047 orang. Sedangkan untuk jumlah kendaraan semua golongan, terdata sebanyak 58.367 unit atau naik 1,5 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 57.507 kendaraan. “Jumlah total kendaraan yang menyeberang selama 10 hari terakhir ini terdapat peningkatan 1,5 persen. Namun setelah kejadian tsunami (22/12) lalu. Arus penumpang dan kendaraan di pelabuhan Bakauheni pada 23-25 Desember lalu, turun dratis atau hampir separuhnya, dibanding dengan sehari sebelum tsunami,” tutup Saiful. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR